Kalam

Dalil-Dalil Dibolehkannya Perempuan Bekerja

pekerja perempuan
pekerja perempuan

pekerja perempuan (foto: pixabay)

Oleh: Muhammad Chirzin*

Laki-laki dan perempuan adalah pasangan hidup. Dari merekalah Allah swt. menciptakan dan memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan generasi demi generasi sebagai pemakmur bumi. Allah swt. berfirman dalam al-Quran.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya, “Hai manusia, Kami ciptakan kamu dari satu pasang laki-laki dan perempuan, Kami jadikan kamu beberapa bangsa dan suku bangsa, supaya kamu saling mengenal (bukan supaya saling membenci). Sungguh, yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Allah ialah yang paling bertakwa. Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal”. (Q.S. al-Hujurat [49]: 13).

Laki-laki dan perempuan ibarat sepasang sayap seekor burung. Apabila kedua sayap kuat, maka burung itu dapat terbang tinggi ke angkasa. Apabila kedua sayap itu lemah, ia tidak dapat beranjak ke mana-mana.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya, “Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya, Ia menciptakan kamu dari tanah, kemudian ternyata kamu menjadi makhluk manusia yang bertebaran. Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya, Ia menciptakan pasangan-pasangan bagimu dari jenis kamu sendiri, supaya kamu hidup tenang dengan mereka, dan Ia menanamkan rasa cinta dan kasih di antara kamu. Sungguh, yang demikian ialah tanda-tanda bagi orang yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum [30]: 20-21).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya, “Hai umat manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan menciptakan pasangannya darinya, dan dari keduanya Ia memperkembangbiakkan sebanyak-banyaknya laki-laki dan perempuan. Bertakwalah kamu kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu meminta, dan (hormatilah) rahim (yang mengandung kamu). Allah selalu menjaga kamu.” (Q.S. an-Nisa [4]: 1).

Laki-laki dan perempuan adalah setara di hadapan Allah swt. Keduanya mempunyai hak dan kewajiban yang relatif sama, baik di dalam keluarga, di tempat kerja, maupun di masyarakat luas, baik dalam konteks relasi dengan Allah swt. maupun dengan sesama. Keduanya memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk beramal saleh dan untuk memperoleh imbalan atas amal salehnya. Allah swt. berfirman dalam al-Quran,

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Artinya, “Siapa yang mengerjakan amal saleh, laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan balasan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. an-Nahl [16]: 97).

Dalam ayat yang lain Allah swt. berfirman,

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya, “Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak mengingat Allah, bagi mereka Allah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. al-Ahzab [33]: 35).

Baca Juga: Kepemimpinan Perempuan dalam Pandangan Islam Wasathiyah

Laki-laki dan perempuan masing-masing akan memperoleh balasan dan imbalan sesuai dengan apa yang ia usahakan. Hal itu sejalan dengan beberapa firman Allah swt.,

Artinya, “Seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya, kemudian akan diberikan balasan kepadanya balasan yang paling sempurna, dan kepada Tuhanmulah kesudahan segala sesuatu.” (Q.S at-Tahrim [53]: 39-42).

Artinya, “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” (Q.S. az-Zalzalah [99]: 7-8).

Artinya, “Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selamalamanya. Allah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah? Pahala Allah itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak pula menurut angan-angan Ahli Kitab. Siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas dengan kejahatan itu, dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak ada pula penolong baginya selain dari Allah. Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga, dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.” (Q.S. an-Nisa` [4]: 122-124).

Orang-orang beriman, laki-laki maupun perempuan, niscaya memimpin gerakan penegakan keadilan, kapan saja, di mana pun ia berada, dan kepada siapa saja, sesuai dengan pesan Allah swt. dalam al-Quran,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Jika kamu memutarbalikkan fakta atau enggan menjadi saksi, sungguh Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan.” (Q.S. an-Nisa` [4]: 135).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۙ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah penegak kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan janganlah kebencian orang kepadamu membuat kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar kepada orang yang beriman dan beramal saleh.” (Q.S. al-Maidah [5]: 8-9).

Allah swt. memerintahkan orang-orang beriman, laki-laki maupun perempuan, untuk beramar makruf nahi munkar, mengajak berbuat kebaikan, dan mencegah kemungkaran, sepanjang hayat masih dikandung badan.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya, “Hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang mengajak kepada kebajikan, menyuruh orang berbuat benar, dan melarang perbuatan mungkar. Mereka itulah orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104).

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya, “Kamu adalah umat terbaik untuk segenap manusia, menyuruh orang berbuat benar, dan melarang perbuatan mungkar, serta beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, niscaya baiklah bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka orang fasik.” (Q.S. Ali Imran [3]: 110).

Sebagaimana laki-laki, perempuan juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri, sehingga mampu dan dapat memimpin masyarakat, umat, dan bangsa dengan saksama dan penuh tanggung jawab, baik kepada sesama maupun kepada Allah swt.

*Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Related posts
Sosial Budaya

Mendorong Ekofeminisme Lebih Maju dalam Gerakan Aisyiyah

Oleh: Rahadi Al Paluri* Sekitar dua puluh tahunan terakhir di berbagai tempat, dari pelosok pedesaan hingga di pusat perkotaan, muncul sebuah fenomena…
Perempuan

Mengenal Peran Perempuan dalam Sains dan Teknologi

Oleh: Arifah Khusnuryani* Istilah STEM (science, technology, engineering, andmathematic) saat ini bukanlah istilah atau sesuatu hal yang baru di kalangan masyarakat. Meskipun…
Perempuan

Perempuan-Perempuan Arab Kontemporer

Oleh: Hajriyanto Y. Thohari Imaji Indonesia tentang perempuan Arab adalah perempuan yang baru beberapa tahun terakhir diizinkan menyetir mobil, menonton sepak bola,…

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *