DAMNAS IMM Makassar Timur, Nurdin Massi Dorong Kader Kuasai Teknologi

Berita 17 Nov 2021 0 47x

Ketua PDM MakassarMakassar, Suara ‘Aisyiyah –  Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kota Makassar HM. Nurdin Massi berharap kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mampu menguasi teknologi di era digital.

Nurdin Massi menyampaikan bahwa sebagai cendekiawan Muhammadiyah yang memiliki wawasan intelektual, kader IMM harus mampu menguasai ilmu pengetahuan, terlebih menguasai dan mendalami ilmu teknologi, apalagi di era arus digital saat ini.

“Harus mengetahui perkembangan informasi dan tidak boleh gaptek (gagap teknologi), harus tahu mana informasi yang benar, dan yang terpenting jangan ikut-ikut sebar berita hoaks,” ungkap Nurdin Massi saat memberikan amanat pada pembukaan Darul Arqam Nasional (DAMNAS) Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur di Aula Prof. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, Ahad (14/11).

Anggota BPH Unismuh Makassar ini menambahkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid atau gerakan pembaharuan tentu senantiasa bersaing dengan dunia digital.
“Kader IMM tidak boleh ketinggalan. Harus terus berinovasi dan bersaing di era digital, bisa membuat fitur/konten dakwah lewat media sosial dan lainnya,” harapnya.

Baca Juga: Jenderal Soedirman: Jadi Kader Muhammadiyah Itu Berat

Tak lupa pula, pihaknya menyampaikan bahwa kader harus senantiasa belajar Ideologi Muhammadiyah secara totalitas agar komitmen ber-Muhammadiyah senantiasa teguh dalam barisan persyarikatan.

“Sebagai kader Muda Muhammadiyah, wajib memperdalam wawasan ideologi Muhammadiyah, membaca Kepribadiaan Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) dan persoalan ideologi Muhammadiyah lainnya,” tuturnya.

Pada waktu yang sama, Ketua PC IMM Makassar Timur Abd Rahim mengatakan bahwa tantangan kita hari ini adalah bagaimana menguasai sektor kebangsaan, politik terlebih lagi menguasai persoalan teknologi.

Kegiatan DAMNAS PC IMM Makassar Timur yang mengangkat tema “Membaca Peluang di Tengah Tantangan Demokrasi Digital” ini diikuti peserta dari beberapa provinsi mulai dari Papua, Kalimantan Selatan, Kendari, dan beberapa daerah lainnya. (Ulil Amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *