Berita

Dewan Pembina Pontren Modern Zam-Zam Lakukan Audiensi dengan Menko PMK Muhadjir Effendy

AUDIENSI 1

Jakarta, Suara ‘Aisyiyah Direktur Pontren Modern Zam-Zam, Arif Fauzi bersama perwakilan Dewan Pembina Pontren M. Tohar, Wahyudianto, dan Agus Miftah didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesntren Muhammadiyah (LP2M) PP Muhammadiyah Maskuri melakukan audiensi dengan Menteri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy pada Sabtu (17/9) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, menurut Mudir, Muhadjir memberikan arahan terkait dengan kesempatan studi lanjut bagi alumni pesantren yang berkhidmat sebagai ustadz/ustadzah pengabdian di Pontren Muhammadiyah.

“Bersama Bapak Menteri Muhadjir, kita diskusi tentang urgensi pengabdian alumni santri pontren, syarat dan kriterianya, kelebihan serta manfaatnya bagi anak dan bagi pesantren yang tumbuh berkembang. Di satu sisi mereka dapatkan SDM, bagi anak dapat menumbuhkan kedewasaan. Namun, beliau tetap menyarankan agar Pontren tetap memberikan kesempatan bagi anak-anak pengabdian untuk study lanjut,” terang Arif.

Selanjutnya, disarankan agar santri yang pengabdian itu benar-benar dipersiapkan karena meraka akan menjadi ustadz di pesantren. Mereka harus dibekali dengan ilmu-ilmu yang cukup, dan kalau bisa pengabdian ini jangan disamaratakan untuk seluruh Pontren Muhammadiyah, karena masing-masing punya ciri khusus.

“Pak Muhadjir juga tidak mewajibkan secara khsusus kepada pontren-pontren Muhamamadiyah untuk melakukan pengabdian. Tetapi harus dipetakan dan yang lebih diarahkan adalah untuk meraka yang dari awal masuk melalui jalur beasiswa berprestasi dari kalangan yang tidak mampu. Dan itu diharapkan  menjadi SDM yang mengawali, sehingga bisa saling menguntungkan dengan pihak-pihak terkait. Karena sekolah juga harus bersaing dengan pihak luar, dimana para lulusannya harus terserap di Perguruan Tinggi,” Arif menjelaskan.

Baca Juga: Muhammadiyah dan Pesantren

Selain itu, lanjut Arif, agenda Direktur dan Dewan Pembina di Jakarta diawali kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah di jalan Menteng, Jakarta Pusat untuk silaturahmi dan konsultasi tentang NIB dan Pengesahan Amal Usaha Muhammadiyah. Agenda lainnya  ke Kantor Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait dengan program pembangunan Rusunawa di Kampus 3 Desa Karanglo, dan kegiatan musyawarah dan diskusi bersama Ketua ITMAM, KH. Yunus Muhammadi yang diselenggarakan LP2M PP di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat.

Salah satu rangkaian penting lainnya berupa penandatangan nota kesepahaman bidang pendidikan antara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dengan Pontren Modern Muhammadiyah Zam-Zam Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah yang berlangsung pada Jumat (16/9) di Lantai 2 Gedung Rektorat UMJ. Pihak UMJ diwakili oleh Wakil Rektor III Rini Fatma Kartika, sedangkan SMA MBS Zam-Zam dilakukan oleh Mudir Pontren Modern Zam-Zam Arif Fauzi.  Turut serta dalam kegiatan MoU tersebut Wakil Rektor IV Septa Candra dan perwakilan Dewan Pembina Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok M. Tohar, Wahyudianto, dan Agus Miftah.

Dijelaskan Mudir Arif Fauzi, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi dengan UMJ dalam rangka menyerap Sumber Daya Manusia (SDM) yang bersekolah di Pesantren Modern Zam-Zam dapat tersebar di seluruh PTM di Indonesia, khususnya UMJ.

“Kami membahas peluang-peluang beasiswa untuk anak-anak Pontren Modern Zam-Zam. Disampaikan di situ bahwasanya ada beasiswa kader diperuntukkan bagi para pengurus IPM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan. Mereka dapat peluang beasiswa kader dengan ketentuan yang telah diatur oleh UMJ,” terang Arif.

Selain itu, lanjutnya, untuk SDM guru, UMJ juga mempunyai program-program pendidikan pascasarjana dan doctoral. Juga banyak Lembaga Pendidikan Muhammadiyah dan non-Muhammadiyah yang melakukan kerja sama. “Lebih khusus, ada juga beasiswa termasuk bagi santri Pontren Modern Zam-Zam yang hafidz Quran. Gratis selama kuliah. Namun, akan dilakukan ujian yang telah ditetapkan di setiap semester,” kata Arif. (h/sb)

Related posts
Berita

LP2M PWM Jawa Tengah Gelar Sarasehan Budaya dan Ekonomi Pesantren Muhammadiyah

Tegal, Suara ‘Aisyiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah memiliki 180 Pesantren Muhammadiyah dengan santri sebanyak 23.547. Ini adalah aset yang…
Liputan

Pesantren Sains Muhammadiyah: Ijtihad Muhammadiyah Lahirkan Ibnu Sina Abad Ke-21

Muhammadiyah memasuki tahap baru pengembangan pesantren. Kehadiran Pesantren Sains (Trensains) Muhammadiyah Sragen pada 2012 mengawali proses pengembangan itu. Suara ‘Aisyiyah berkesempatan mewawancarai…
Wawasan

Optimalisasi Peran Aisyiyah dalam Pemajuan Pesantren

Oleh: Muhbib Abdul Wahab Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, mendahului madrasah dan sekolah. Sejak abad ke-15, pesantren hadir sebagai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *