Wawasan

Di Balik Senandung yang Dinyanyikan Salmah Orbayinah Saat Berikan Sambutan Ketua Umum PP Aisyiyah

Salmah Orbayinah

Oleh: Hajar Nur S

Tak seperti biasanya sebuah pungkasan, saat menutup sambutan pertama sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Periode 2022-2027 pada acara Penutupan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah Ke-48 di Edutorium, Salmah Orbayinah memilih menyanyikan atau menembang ‘dedungo’ di depan muktamirin dan para tamu undangan.

Duh Gusti mugi paringo ing margi kaleresan, (Ya Allah, semoga Engkau memberikan jalan kebenaran)

kados margining manungso kang manggih kanikmatan, (Seperti jalan manusia yang menemukan kenikmatan),

Sanes margining manungso kan Paduko laknati (bukan jalan manusia yang Engkau laknati)

Lirik lagu ini, penulis dapatkan pula dari Mas Agus, cucu dari Wasilah Hadjid, ketua pertama Siswa Praja Wanita sebagai embrio dari Nasyiatul ‘Aisyiyah yang kemudian dilanjutkan kepemimpinannya oleh Siti Umnijah.

Saat semalam mendengar senandung tersebut dinyanyikan Salmah Orbayinah, ia kemudian meminta ibundanya, Uswatun Hasanah, untuk menyanyikannya kembali karena Agus saat kecil biasa mendengar ibunya bersenandung lagu tersebut. Uswah mengungkapkan, sejatinya lagu itu mencerminkan isi dari surat al-Fatihah, tepatnya ayat 6 dan 7.

Salmah Orbayinah menyebut bahwa tembang tersebut biasa dinyanyikan oleh simbah atau neneknya saat ia kecil. Saya pun menduganya, tembang itu biasa dinyanyikan Umniyah, nenek dari perempuan yang biasa disapa Bayin ini. Lebih dari sepuluh tahun lalu, sebagai bagian penulisan buku Srikandi ‘Aisyiyah’, saya sempat melakukan wawancara dengan beberapa anggota keluarga dari keturunan Umniyah.

Baca Juga: Mengenal Siti Umniyah: Sosok Pendiri TK ABA

Umniyah dikenal punya peran penting dalam sejarah Lembaga pendidikan yang dikelola ‘Aisyiyah: salah satu perintis TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal. Sebagai salah satu perintis dan guru dari murid-murid lembaga pendidikan anak usia dini Bustanul Athfaal, tak heran jika ia suka bernyanyi atau bersenandung mengingat nyanyian merupakan salah satu media pembelajaran.

Djadwan, anak laki-laki Umniyah, menceritakan bahwa ibunya itu memang senang bersenandung untuk menemani aktivitas hariannya. Baik itu saat bersih-bersih maupun ketika membangunkan anaknya atau anak asrama untuk salat Subuh. “Ana kukuruyuk jagone uwes kluruk, demikian Djadwan mencontohkan.

Bahkan Umniyah sempat menggunakan lagu sebagai simbol perlawanan atas kolonialisme. Djadwan bercerita, sewaktu Ratu Wilhelmina datang ke Yogyakarta, Siti Umniyah sempat mengarang lagu dalam bahasa Arab yang menunjukkan ketidaksukaan terhadap kolonialisme Belanda. Rupanya, Umniyah melawan kolonialisme dengan caranya sendiri.

Diajarkannya lagu itu pada murid-muridnya untuk dinyanyikan ketika mereka mesti berjajar di tepi jalan yang dilewati Ratu Belanda tersebut. Murid-murid menyanyikan lagu ciptaan gurunya itu, dan para opas (polisi) senang saja, dikira murid-murid itu menyambut kedatangan Ratu Wilhelmina dengan nyanyian, padahal sejatinya bernada ejekan.

Azmah, adik Djadwan, yang pernah penulis wawancara juga punya ingatan tentang nyanyian yang didengar dari Umniyah, ibunya. Ia berusaha mengingat-ingat, mengambil kertas, dan mencatatnya, kemudian dinyanyikannya.

Siru lil majdid turo

Siru lil harbi

Wasta’inuu bil mawadhi daulatal jawwi, ih.. ummatal jawwi

Hurriyat, adalat, musawat ya sayugyasa

Labuh agomo Islam sa’ nyoto

Nggeh agamine Allah kang kuwoso

Para siswo ilingo wedi yo Pangeran niro.

Related posts
Berita

Pidato Pertama Salmah Orbayinah sebagai Ketua Umum PP Aisyiyah 2022-2027

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dimulai dengan sapaan yang hangat dan bersahaja, Salmah Orbayinah mengucapkan di hadapan peserta muktamar, “Terima kasih yang sebesar-besarnya…
Berita

Resmi! Salmah Orbayinah Terpilih menjadi Ketua Umum PP Aisyiyah Periode 2022-2027

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Sidang Pleno X telah menetapkan Salmah Orbayinah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Periode 2022-2027. Selain itu, telah…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *