Dokter Corona dan Corina Jelaskan Cara Mengurangi Risiko Penularan Covid-19 Varian Delta

Berita 30 Agu 2021 0 57x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Dalam acara webinar Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan tema “Mengurangi Risiko Penyebaran Covid-19 Varian Delta” yang disiarkan secara langsung di akun YouTube @Mucovid-19 pada Sabtu (28/8), Corona Rintawan selaku Wakil Ketua MCCC PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa jenis varian virus corona terbagi menjadi dua, yakni Varian of Concern (VOC) dan Varian of Interest (VOI).

Dari dua varian itu, menurutnya, kelompok varian (VOC) mempunyai kemampuan peningkatan penularan yang tinggi. Varian tersebut di antaranya adalah alpha, beta, gamma, dan delta. Corona mengungkapkan, di antara empat varian ini, delta adalah yang paling tinggi transmisinya dibandingkan dengan 3 varian lainnya. Varian delta dua kali lipat lebih cepat menular.

Lebih lanjut, Corona menjelaskan bahwa varian alpha, beta, dan gamma, jika satu orang terinfeksi dapat menularkan 3-4 orang sekaligus, sedangkan varian delta dapat menularkan 8-9 orang sekaligus dalam satu waktu.

Menurut Corona, varian delta adalah satu-satunya varian yang mutasinya ada dua, sehingga bisa lebih mudah melekat pada tubuh seseorang. Jumlah virus yang dapat diproduksi dalam tubuh 1000 kali lebih banyak dibandingkan tiga varian lain. Hal ini menjadikan varian delta sangat berbahaya dan harus menjadi perhatian khusus.

Baca Juga: Koping Relijius: Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Sementara itu, Corina selaku MCCC PDM Paser, Kalimantan Timur menjelaskan mengenai cara mencegah Covid-19 varian delta, yakni: Pertama, iman. Menurut Corina, umat Islam harus percaya bahwa wabah ini datangnya dari Allah, dan kita wajib untuk ikhtiar, sabar, dan tawakkal.

Kedua, aman. Usaha untuk mencegah penularan bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan melakukan vaksinasi.

Corina menjelaskan bahwa apabila seseorang berada di tempat dengan konsentrasi virus yang rendah, masker yang digunakan boleh cukup satu lapis, tetapi apabila di tempat dengan konsentrasi virus yang tinggi harus menggunakan double masker. Penggunaan masker double yang dianjurkan adalah: masker medis di dalam, dan masker kain di luar. “Masyarakat kita masih kurang edukasi tentang Covid-19, contohnya dalam penggunaan masker; ketika berbicara maskernya malah dilepas, padahal di situlah peluang untuk saling menularkan virus tersebut,” jelas Corina.

Ketiga, menjaga imunitas, yakni dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di antaranya: (a) menggunakan air bersih; (b) mencuci tangan memakai sabun; (c) menggunakan jamban yang sehat; (d) pemberantasan sarang nyamuk dan jentik seminggu sekali; (e) makan sayur dan buah setiap hari; (f) melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari; (g) menghindari merokok; (h) berjemur selama 20-25 menit pada jam 9-10 pagi; (i) istirahat yang cukup 7-8 jam dalam sehari, serta; (j) menghindari stres.

Keempat, melakukan vaksinasi. Menurutnya, walaupun vaksin tidak mencegah seratus persen, tetapi vaksin dapat mencegah gejala Covid-19 semakin parah.

Dalam acara webinar tersebut, salah seorang peserta bertanya; apakah orang yang meninggal karena Covid-19, virusnya akan ikut mati? Corona kemudian menjawab, jenazah pasien Covid-19 masih mengandung virus di tubuhnya, sehingga pelaksanaan pemakaman jenazah harus memenuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan menggunakan APD. Menurutnya, selama proses pemakaman ini dilakukan dengan cara yang benar, maka InsyaAllah virus tidak akan menular kepada orang lain. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *