Dokter Probosuseno Jelaskan Cara Mengatasi Depresi dengan Cara Holistik-Integratif

Berita 1 Sep 2021 0 73x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Dalam siaran langsung di akun YouTube @MQFM Jogja dengan tema “Penanganan Depresi Secara Holistik Integratif”, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dan Konsultan Geriatri, Probosuseno, menjelaskan bahwa kasus depresi di masyarakat mencapai 30 persen.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa lansia yang menderita penyakit kronis, seperti hipertensi, rematik, kencing manis, paru-paru, dan lain sebagainya lebih mudah mengalami depresi. Menurutnya, peluangnya tujuh kali lipat daripada orang-orang yang tidak menderita penyakit kronis.

Menurut Probosuseno, depresi diawali dengan perasaan cemas yang berlanjut. Seseorang mengalami depresi disebabkan karena merasa kehilangan sesuatu atau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai.

“Gejala yang paling mudah untuk mendeteksi seseorang yang sedang mengalami depresi adalah perasaan sedih dan hilangnya minat. Perasaan sedih yang sangat mendalam dalam kurun waktu minimal dua minggu atau lebih, serta hilangnya minat atau kebiasaan yang ia lakukan, dapat diartikan seseorang sedang mengalami depresi,” jelas Probosuseno pada Sabtu (28/8).

Baca Juga: Koping Relijius: Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Selain perasaan sedih dan hilangnya minat, Probosuseno menambahkan, gejala depresi yang lain di antaranya adalah sulit tidur, selera makan berkurang, mudah lelah dan gerak lamban, konsentrasi lemah, serta punya pemikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Ia menyebut, cara mengatasi depresi yakni dengan berdzikir dan membaca al-Quran. Dzikir dipercaya mampu menenangkan hati, mengurangi terjadinya penyakit kronis, serta dapat mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit.

“Kisah nyata dari seorang pasien saya yang menderita penyakit kronis, dalam setahun ia harus menjalani lima kali perawatan di rumah sakit, kemudian saya sarankan untuk terapi dzikir. Alhamdulillah setelah hal itu dilakukan secara terus menerus, perlahan penyakitnya sudah jarang kambuh,” ucap Probosuseno.

Menangapi pertanyaan mengenai cara mengatasi depresi akibat penurunan ekonomi saat pandemi, Probosuseno menjawab yakni dengan rajin bersedekah. Sedekah tidak hanya ketika lapang, namun ketika dalam keadaan sempit pun dianjurkan untuk bersedekah. “Justru dengan bersedekah Allah akan membuka pintu-pintu rezeki kepada kita dengan seluas-luasnya,” jelas Probosuseno. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *