Dokter Spesialis Jantung Ungkap Cara Mencegah Serangan Jantung dengan CERDIK

Berita 7 Okt 2021 0 100x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dokter Spesialis Jantung RS PKU Muhammadiyah Gamping Evita Devi mengatakan, penyakit serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan. Hal itu ia sampaikan dalam siaran langsung di akun YouTube @MQFM Jogja dengan tema “Bincang Kesehatan: Waspadai Serangan Jantung”, Kamis (7/10).

Evita menjelaskan, serangan jantung adalah suatu penyakit jantung yang terjadi saat secara tiba-tiba. Biasanya terjadi karena ada sumbatan secara total ataupun sebagian di pembuluh darah jantung yang menyebabkan gerakan otot jantung menjadi turun karena kekurangan pasokan oksigen, sehingga menyebabkan nyeri di dada.

Gejala yang dirasakan oleh pengidap serangan jantung yang paling sering, kata Evita, adalah nyeri dada. “Jadi  seperti tertimpa benda berat. Biasanya menjalar sampai ke punggung atau ke lengan kiri, bahu kiri, bahkan ada yang menjalar ke rahang. Jadi seperti tercekik dan beberapa juga ada yang mengeluhkan nyeri di sekitar ulu hati. Biasanya disertai dengan gejala keringat dingin, mual, atau muntah. Kemudian kalau sudah sangat berat bisa terjadi sesak nafas,” ujar Evita.

Mengenai durasi, Evita mengatakan, durasi nyeri yang dirasakan di dada oleh seseorang yang mengalami serangan jantung umumnya berkisar lebih dari 20 menit. Menurutnya, jika nyerinya tersebut dirasakan kurang dari 5 menit, bukan merupakan suatu kondisi serangan jantung, melainkan hanya gejala penyempitan pembuluh darah jantung.

Baca Juga: Stunting: Masalah Bangsa, Masalah Kita

Selanjutnya, ia menjelaskan, faktor yang membuat terjadi serangan jantung adalah: pertama, keadaan emosional (terlalu sedih atau terlalu emosi); kedua, melakukan aktivitas yang berat sehingga kelelahan; ketiga, aktivitas begadang (tidur larut malam).

Sementara faktor risikonya, menurut Evita, di antaranya adalah merokok, hipertensi, punya penyakit gula atau kencing manis, punya kadar kolesterol yang tinggi, faktor keturunan, obesitas, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Tentang pencegahan, Evita menyarankan kepada orang-orang yang sudah mempunyai faktor risiko serangan jantung untuk memperbaiki pola hidupnya, termasuk menghindari merokok, menerapkan pola makan yang sehat, dan perbanyak aktivitas fisik, seperti olahraga secara teratur 30 menit dalam sehari.

Sementra itu, apabila mendapati orang yang terkena serangan jantung secara tiba-tiba, Evita menyarankan agar orang tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit. “Time is muscle”, artinya waktu adalah otot. Dalam hal ini adalah otot jantung. “Semakin lama menunda untuk dibawa ke rumah sakit, maka semakin banyak otot jantung yang mati. Kalau otot jantungnya sudah mati, maka terjadilah gagal jantung,” ucap Evita.

Evita juga menyarankan, olahraga yang dapat dilakukan oleh pengidap serangan jantung adalah bersepeda, jogging, renang, maupun senam aerobik. Sedangkan untuk mencegah terjadinya penyakit serangan jantung, kata Evita, adalah dengan “CERDIK”. C, yakni cek kesehatan secara berkala; E, yakni enyahkan asap rokok; R adalah rajin aktivitas fisik; D, yaitu diet yang sehat dan seimbang; I, yaitu istirahat yang cukup; dan yang terakhir K, yakni kelola stres. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *