InspirasiTokoh

Duet Ujiono dan Nur Alamsyah di Dapur Konsumsi Jemaah

Makkah-Suarah ‘Aisyiyah. Pukul 14.00 siang itu, tampak kesibukan di ruang packing konsumsi jemaah. Deretan asisten packing yang hari itu memakai seragam kaos merah terlihat sibuk mengemas makan malam jemaah.

Usai nasi putih dimasukkan ke dalam kotak, menyusul tumis sayur buncis, wortel, dan jagung, dan diakhiri dengan memasukkan daging sapi gepuk yang menjadi menu makan malam jemaah di hari itu. Daging gepuk adalah menu khas Indonesia dan kekhasan konsumsi jemaah haji berupa masalah selera nusantara.

Tertera tulisan makan malam dan jam kadaluwarsa pukul 21.00 di atas penutup kotak makan berwarna merah itu. Setelah selesai, kotak makan lantas dimasukkan ke dalam box pengantaran berwarna biru. Setiap kali makan, dapur harus menyiapkan 4000 makanan jemaah.

Juru Masak Asal Indonesia

Rupanya ada Ujiono dan Nur Alam di balik lezatnya konsumsi jemaah yang dimasak dari dapur al-Hala Hijaz di kawasan Zaidy, Makkah. Ujiono, lelaki asal Jombang ini, menjadi salah satu di antara banyak juru masak asal Indonesia yang menyediakan layanan konsumsi bagi jemaah.

Sudah dua tahun ia bergabung menjadi juru masak di dapur al-Hala, Hijaz. Terdapat tiga juru masak asal Indonesia dan lima asisten yang dipercaya mengolah masakan jemaah di dapur tersebut.

Kemampuan memasak Ujiono sudah terasah sejak ia bekerja di restoran Surabaya dan Jakarta. Dari Indonesia ia berpindah ke Arab Saudi dan bekerja di restoran selama enam tahun.

Namun Ujiono sempat kembali ke tanah air sebelum kemudian ia diajak temannya bekerja kembali di tanah suci. Ia pun lantas bekerja menjadi juru masak di usaha katering sebagaimana menjadi keahliannya.

Lain lagi dengan Nur Alamsyah, rekan juru masak Ujiono. Laki-laki yang berasal dari Banten ini justru belajar memasak sejak kecil di rumahnya karena membantu orang tua yang kesemua anaknya laki-laki.

Nur Alam mengaku ia belajar masak secara otodidak. “Saya belajar masak juga dari Youtube. Kalau kita mau belajar pasti bisa, ” ujar Nur Alamsyah.

Ia sudah 10 tahun tinggal di Arab dan sempat bekerja di usaha katering, khususnya katering bagi jemaah umroh. Pengalaman itu menjadi bekal bagi Nur Alam untuk menjadi juru masak konsumsi haji jemaah.

Konsumsi Harus Tepat Waktu 

Saat ditanya tantangan yang dihadapi dalam menyediakan makanan bagi jemaah, Ujiono mengungkapkan, “tantangannya makanan harus tepat waktu disajikan kepada jemaah. Jadi kami harus mengatur waktu agar memasak bisa dilakukan dengan cepat dan rasanya enak.” (Hns)

 

Related posts
Haji

Berbeda dari Tahun Lalu, Jemaah Gelombang l Akan Pulang ke Tanah Air dari Jeddah dan Madinah

Makkah-Suara ‘Aisyiyah. Gelombang kepulangan jemaah haji ke tanah air telah dimulai sejak 21 Juni 2024. Jemaah haji kloter awal akan berangkat dari…
Haji

Panggil Aku Mamak, Kau Ku Angkat Jadi Anakku: Cerita Safari Wukuf Lansia

Makkah-Suara ‘Aisyiyah. Jelang pukul 07.00 di Hari Sabtu tanggal 9 Dzulhijjah 1425 H, tetiba Meldy mendapat panggilan bahwa salah satu jemaah peserta…
Haji

Dirjen PHU: Pengolahan Daging Dam Harus Taati Syariah Compliance, Berikut Tahapan Pengolahannya

Pengelolaan Dam petugas maupun jemaah haji hendaknya mengedepankan Syariah Compliance atau kepatuhan terhadap prinsip syariah. Hal tersebut disampaikan Hilman Latief, Dirjen Penyelenggaraan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *