Duta Petani Milenial Indonesia Ajak Generasi Milenial untuk Menjadi Petani

Berita 6 Sep 2021 0 44x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Duta Petani Milenial Indonesia Sofyan Adi Cahyono mengatakan, minat dan partisipasi generasi muda dalam dunia pertanian sangat rendah. Menurutnya, hal ini disebabkan karena anak muda zaman sekarang ingin yang serba instan, dalam hal pekerjaan tidak terlalu melelahkan, tidak mengeluarkan banyak waktu, dan cepat mendapatkan uang.

Hal tersebut ia sampaikan dalam siaran langsung di akun YouTube @MQFM Jogja dengan tema “Milenial Bertani? Siapa Takut” pada Sabtu (4/9). Lebih lanjut ia mengatakan bahwa untuk menjadi petani yang sukses, seseorang harus mampu melihat potensi, peluang, dan mempunyai kemampuan manajemen agar hasil pertanian menjadi optimal dan menguntungkan.

Sofyan saat ini mengembangkan jenis pertanian organik. Tanaman organik, katanya, sangat baik untuk kesehatan, karena tidak mengandung bahan kimia maupun pestisida. Selain itu, tanaman organik tidak memerlukan banyak biaya untuk perawatan.

Baca Juga: Mengentaskan Kemiskinan, Memberdayakan Ekonomi

Menurut Sofyan, generasi milenial harus punya semangat untuk bertani, karena makanan merupakan kebutuhan primer bagi manusia sehingga akan terus dibutuhkan. “Sektor pertanian adalah satu-satunya sektor yang menghasilkan bahan makanan, sehingga kalau kita dalami akan menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan,” jelas Sofyan.

Selain menjadikan peluang bisnis, kata Sofyan, dengan bertani seseorang akan membantu menyelamatkan kehidupan di masa depan. “Sekitar 20-30 tahun ke depan, tidak mungkin para petani-petani senior ini masih mampu menjadi petani. Tugas kita adalah meneruskan perjuangan para petani. Masa depan kita ada di tangan generasi muda saat ini,” lanjut Sofyan.

Sofyan menjelaskan bahwa bertani secara organik juga “bergantung” pada kondisi alam. Ketika alam tidak bersahabat, jelasnya, maka hasil panen pun tidak sesuai dengan yang diharapkan petani.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Sofyan menerangkan solusi yang dapat dilakukan oleh para petani, yakni dengan menggunakan green house. “Kita dapat menggunakan green house agar ketika terjadi musim hujan, tidak menjadikan tanaman menjadi rusak,” kata Sofyan. (rizka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *