Muda

Emotional Sponge: Rasa Empati Berlebihan yang Berujung Merugikan Diri Sendiri

Oleh: Desi Eka*

Mengutip dari Exploring Your Mind, emotional sponge merupakan salah satu kepribadian yang membuat seseorang mudah untuk menyerap emosi yang ada di sekitarnya. Umumnya, orang yang memiliki kepribadian emotional sponge ini merupakan orang yang perasa dan intuitif, sehingga mereka bisa ikut merasakan kesedihan dan juga rasa sakit yang dialami oleh orang lain.

Pada dasarnya, memiliki rasa empati tinggi terhadap orang lain yang sedang bersedih sangat diperlukan. Akan tetapi, apabila seseorang memiliki rasa empati yang melebihi batas wajar maka emosi yang ada pada orang lain bisa terserap pada dirinya. Seperti halnya sebuah spons, apa saja yang berada disekitarnya bisa dengan sangat mudah untuk diserap termasuk emosi negatif. Hal inilah yang akhirnya justru membuat mereka tidak bisa mengontrol emosi mereka sendiri.

Selain itu, orang yang memiliki kepribadian emotional sponge ini juga sering merasa bahwa perasaan dan juga masalah orang lain merupakan suatu hal yang menjadi tanggung jawabnya. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, justru malah akan membuat dirinya kewalahan dan mengganggu kesehatan mentalnya.

Dilansir dari website Psych Central pada artikel “Are You Absorbing Other People’s Emotions?” yang ditulis oleh Hilary I. Lebow, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir emotional sponge.

Pertama, membuat batasan. Berempati terhadap kesedihan atau penderitaan orang lain memang baik, tetapi jangan biarkan hal itu menjadi beban diri sendiri. Usahakan untuk membuat batasan antara diri dan orang lain. Biarkan orang lain merasakan emosinya serta mencoba mengatasi masalah sendiri dengan cara yang ia bisa. Dengan membiarkan orang lain memiliki emosinya tentu tidak menjadi berlebihan bagi diri sendiri. Hal ini justru menjadi pendukung dinamika hubungan yang sehat.

Baca Juga: Mengenal dan Menghadapi Trust Issue

Kedua, tentukan mana yang menjadi milik sendiri. Tanyakan pada diri sendiri, “apakah perasaan ini milikku, ataukah milik orang lain?”. Jika merasa bahwa emosi itu adalah milik diri sendiri, maka proseslah perasaan itu. Akan tetapi jika merasa bahwa emosi itu bukan milik pribadi, maka segera lepaskan. Cukup katakan pada diri sendiri, “ini bukan milikku, aku tidak harus mengambilnya”.

Ketiga, melatih ketenangan batin. Lakukan aktivitas atau kegiatan untuk bisa fokus pada diri sendiri seperti meditasi. Dengan meluangkan waktu beberapa menit untuk melakukan meditasi sudah membuat pikiran menjadi kembali tenang. Meditasi sederhana yang bisa dilakukan adalah cukup dengan duduk tenang sembari memejamkan mata kemudian mengatur pernafasan.

Keempat, lakukan ritual perpisahan. Setelah melakukan interaksi sosial dengan orang lain, usahakan untuk memberikan jarak antara kegiatan yang sudah terjadi sebelumnya dan yang akan terjadi selanjutnya. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan afirmasi pada diri sendiri. Katakan pada diri sendiri jika apapun yang sudah didengar atau terjadi pada hari ini maka biarlah ia berlalu, tidak perlu membawanya pada aktivitas selanjutnya. Atau bisa juga dengan melakukan ritual lain yang sekiranya efektif untuk diri sendiri.

Itulah penjelasan dari emotional sponge serta beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir emotional sponge pada diri seseorang. Selanjutnya, berempatilah sesuai batas wajar. Tidak semua masalah orang lain menjadi tanggung jawab diri sendiri, cobalah untuk lebih peduli pada diri sendiri sebelum memutuskan untuk mengurusi masalah orang lain.

*Penulis merupakan Mahasiswa KPI UMY, dan karyawan magang Suara ‘Aisyiyah

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *