Berita

Empat Basis Aktualisasi Perilaku Islam yang Mencerahkan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah Sejak ditemukan internet, dunia mengalami perubahan yang cepat. “Mulai itu pula banyak terjadi perubahan besar dalam tata kehidupan manusia. Bukan hanya pada cara berkomunikasi saja, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, gaya hidup, dan dalam beragama,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad dalam Pengajian Ramadhan 1443 H PP Muhammadiyah, Rabu (6/4).

Dalam sesi yang mengangkat tema “Aktualisasi Perilaku Islami yang Mencerahkan di Era Disrupsi” ini, Dadang menyebut bahwa zaman sekarang merupakan zaman VUCA, yakni volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity.

Volatility adalah kondisi di mana dunia berubah cepat, bergejolak, tidak stabil dan tidak terduga. Uncertainty adalah kondisi di mana masa depan penuh dengan ketidakpastian. Complexity adalah kondisi di mana dunia modern lebih kompleks dari sebelumnya. Sedangkan ambiguity adalah kondisi di mana lingkungan kehidupan semakin membingungkan, tidak jelas, dan sulit dipahami.

Di zaman VUCA itu, kata Dadang, ada gangguan terhadap tata kehidupan masyarakat, baik dalam lingkup keberagamaan maupun sosial. Dalam lingkup keberagamaan, tersebut diwakili oleh muncul dan berkembangnya ideologi sekularisme, liberalisme, relativisme, dan sebagainya.

Selain itu, muncul pula fenomena perubahan cara beragama dan cara belajar agama. Dadang menerangkan, fenomena tersebut dapat diamati dengan munculnya sebagian umat Islam kini menjadikan media sosial sebagai tempat belajar agama; ada kedangkalan makna beragama; sikap menafikan agama, tetapi di sisi lain mempraktikkan spiritualitas; post-truth, dan; keberlimpahan informasi dan matinya otoritas keagamaan.

Menyikapi fenomena tersebut, menurut Dadang, umat Islam harus mengikuti wasiat Nabi saw. kepada Muadz bin Jabal, yakni menjadi pribadi yang bertakwa di mana saja berada, selalu berbuat kebaikan apapun kondisinya, dan menggauli manusia dengan akhlak terpuji.

Baca Juga: Religiusitas yang Mencerahkan Dijiwai Nilai Islam dan Ihsan

Secara lebih spesifik, di tengah era disrupsi ini, Muhammadiyah perlu beradaptasi dan terus berinovasi. “Yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana Muhammadiyah mampu beradaptasi dan berinovasi terus menerus agar mampu menjawab tuntutan perubahan yang cepat di berbagai aspek kehidupan,” papar Dadang.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dengan mengaktualisasikan perilaku Islam yang mencerahkan. Aktualisasi itu dapat diwujudkan dalam 4 (empat) poin utama, yakni istikamah pada nilai utama, menjadi teladan dalam berperilaku, bermanfaat dan memiliki tanggung jawab sosial, dan menjadi masyarakat ilmu pengetahuan.

Dadang menyayangkan bahwa masyarakat muslim di seluruh dunia masih rendah dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Padahal, kata dia, “aktualisasi yang mencerahkan itu ketika kita menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang penting”.

Aktualisasi tersebut, lanjutnya, harus ditopang dengan basis Islam yang berkemajuan, meliputi akidah yang kuat, keilmuan yang tinggi, kemanusiaan yang berkeadilan, dan spiritualitas yang positif. (sb)

Related posts
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Tausyiyah Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Silaturahmi Idulfitri 1443 H Keluarga Besar Muhammadiyah

PP Muhammadiyah melalui Haedar Nashir selaku Ketua Umum menyampaikan selamat Idulfitri 1443 H. Taqabbalallu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.