Berita

Empat Manifestasi Perilaku Beragama yang Mencerahkan

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahSaat ini, ada dua kutub pandangan masyarakat terhadap agama. Di satu sisi, agama dianggap sebagai sumber keterbelakangan dan akan tenggelam oleh modernitas. Di sisi yang lain, agama dianggap sumber yang bermanfaat dan mencerahkan bagi kehidupan manusia.

Penjelasan itu disampaikan Dosen Uhamka Anisia Kumala Masyhadi dalam Pengajian Ramadhan 1443 H PP Muhammadiyah. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan tentang empat fungsi agama dari perspektif psikologis, yakni quest for significance, control, intimacy, dan transformation.

Anisia menjelaskan fungsi keberagamaan sebagai quest for significance artinya bahwa manusia mempunyai tujuan hidup, memberikan pemahaman dan pemaknaan ketika seseorang menghadapi situasi sulit ataupun penderitaan dalam hidup. Sebagai control, seseorang dapat merasa mempunyai dzat yang Maha Kuasa yang dapat mengendalikan dirinya ketika menghadapi situasi di luar kendali individu tersebut.

Sebagai intimacy, agama memfasilitasi social cohesion, social solidarity, dan social identity yang dapat menjadi sumber mengembangkan diri. Adapun dalam fungsinya sebagai transformation, agama menyediakan ruang bagi individu untuk selalu mencari makna baru dalam hidupnya.

Baca Juga: Empat Basis Aktualisasi Perilaku Islam yang Mencerahkan

Dalam sesi yang mengangkat tema “Aktualisasi Perilaku Islami yang Mencerahkan di Era Disrupsi” ini, Anisia menjelaskan bahwa keberagamaan seseorang terdiri atas beberapa tingkatan; ada yang berada pada tingkatan disposisional, yakni sebuah komitmen terhadap ajaran dan praktik agam; ada juga yang berada pada tingkatan operasional, yakni agama sebagai jalan hidup, sehingga mempengaruhi kuatnya motivasi beragama seseorang.

Berangkat dari perbedaan tingkat keberagamaan itu, Anisia menganggap wajar apabila ada orang yang mengaku beragama tetapi perilaku sosial-keagamaannya masih rendah. “Sebab bisa jadi karena cara beragamanya masih terbatas pada motivasi ekstrinsik,” kata dia, Rabu (6/4).

Lebih lanjut, era disrupsi saat ini melahirkan berbagai tantangan keberagamaan. Adapun tantangan itu adalah sebagai berikut: budaya serba cepat membuat orang beragama hanya sepintas lalu; kecenderungan merasa benar sendiri dalam beragama; semangat beragama tinggi, tetapi kurang diikuti dengan ilmu yang mendalam; kemunculan dai yang sifatnya instan, tapi populer dan punya banyak jamaah.

Di tengah situasi tersebut, Anisia menawarkan sebuah tawaran sikap keberagamaan yang mencerahkan. Dua di antara tawaran tersebut adalah dengan menghadirkan model pendidikan agama yang mencerahkan (bukan hanya ritual, tapi juga menjadi sumber inspirasi dan membuahkan kebajikan perilaku), dan dengan membangun mental masyarakat untuk menjadikan Islam sebagai model perilaku aktual (mode for action). “Agama, mau tidak mau, harus menjadi rujukan standar moral,” ujarnya.

Dalam konteks Muhammadiyah, lanjutnya, warga Muhammadiyah harus menjadi subjek dari dakwah pencerahan. Salah satu caranya adalah dengan menguasai ruang-ruang teknologi-informasi. Kalau Muhammadiyah tidak memaksimalkan ruang teknologi itu, maka ruang itu akan diisi oleh keberagamaan yang kurang mencerahkan.

Sebagai pungkasan, Anisia menyebut bahwa keberagamaan yang moderat harus termanifestasikan dalam empat bentuk, yakni: (a) menjadi pribadi yang terbuka dan tidak jumud; (b) menjadi pribadi yang teguh pada prinsip; (c) menjadi pribadi yang mudah beradaptasi, dan; (d) menjadi pribadi yang inovatif, yang berorientasi kemaslahatan dalam segala aspek kehidupan. (sb)

Related posts
Berita

Pembangunan Masjid Muhammadiyah di Aceh Dihentikan, Sekum PP Muhammadiyah Ikut Bersuara

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Aparat gabungan dari Satpol PP. Sangso satu desa yang berada di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh, melakukan penghentian…
Berita

Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Serius Memperkuat Basis Ekonomi Umat

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Memperkuat basis ekonomi umat adalah jihad fii sabilillah. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam…
Berita

Tausyiyah Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam Silaturahmi Idulfitri 1443 H Keluarga Besar Muhammadiyah

PP Muhammadiyah melalui Haedar Nashir selaku Ketua Umum menyampaikan selamat Idulfitri 1443 H. Taqabbalallu minna wa minkum, kullu ‘aamin wa antum bi…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.