Enam Pesan Haedar Nashir Agar Umat Islam dan Bangsa Indonesia Segera Terbebas dari Pandemi

Berita 10 Agu 2021 0 164x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah untuk mempunyai kerangka berpikir yang menyeluruh, yakni dengan memadukan antara rasionalitas dan spiritualitas. “Jangan memisahkan antara rasionalitas dengan spiritualitas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Haedar Nashir dalam kegiatan Pengajian Virtual yang diselenggarakan Majelis Pelayanan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah mengadakan pada Selasa (10/8). Lebih spesifik, dalam kesempatan tersebut Haedar menyampaikan enam pesan, yakni:

Pertama, iman merupakan perpaduan antara dimensi duniawi dan ukhrawi. Yang tak kalah penting, lanjutnya, iman itu bersifat dinamis sekaligus transformatif. “Iman juga bersifat proaktif, bukan melahirkan diri dari dunia dan kehidupan,” ujar Haedar.

Kedua, membangun optimisme baru. Haedar mengingatkan kepada warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah untuk selalu menanamkan optimisme bahwa umat Islam dan bangsa Indonesia, khususnya, mampu menghadapi pandemi.

Ketiga, memperkuat imunitas. Menurut Haedar, kebutuhan utama umat manusia pada masa pandemi ini adalah imunitas, baik imunitas lahiriah maupun batiniah. Atas dasar itu, ia meminta agar MPKU membuat gerakan hidup sehat sebagai usaha memperkuat imunitas tersebut.

Baca Juga: Siti Noordjannah Djohantini Apresiasi Kinerja RS Muhammadiyah-Aisyiyah pada Masa Pandemi

Keempat, kapitalisasi ikhtiar. Haedar mengingatkan agar gerak langkah Muhammadiyah-‘Aisyiyah untuk membantu orang lain tidak membuat kondisi internal persyarikatan menjadi tidak baik. Setiap langkah, menurutnya, harus mempertimbangkan efiktifitas dan efisiensi. “Jangan sampai karena membantu orang lain, kesehatan diri kita tidak terawat,” kata Haedar.

Kelima, reorganisasi kebersamaan. Di tengah pandemi yang belum usai, Haedar mengingatkan supaya upaya preventif dan penanganan tidak dilakukan dengan sendiri-sendiri. “Jangan jalan sendiri-sendiri. Harus bersinergi. Jika kita ingin menghadapi pandemi, kita harus bersama. Luruhkan egoisme pribadi, kelompok, golongan, dan sebagainya. Kami juga mengimbau ke elite politik dan pemerintahan untuk bekerja sama. Mari hadapi ini secara bersama,” tegasnya.

Keenam, optimalisasi munajat kepada Allah. Sebagai upaya pungkasan, Haedar meminta segenap umat Islam untuk melawan pandemi ini dengan mengadu, meminta, dan memohon kepada Allah agar Covid-19 segera diangkat. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *