Etika dalam Memulai Usaha

Berita 6 Sep 2021 0 46x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah  Rabu (1/9), Jaringan Sudagar Muhammadiyah (JSM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan webinar dengan tema “Menang-Is Etika Berjualan Jaman Now”. Webinar ini menghadirkan Suryadin Laoddang (Dosen Jualan) dan Coach HD Iriyanto (HDI Management) sebagai narasumber.

Suryadin menjelaskan bahwa ketika ingin memulai suatu usaha, seorang pelaku usaha harus menetapkan niat awal usaha tersebut. Jika niatnya tidak baik, misalnya, secara otomatis etika berjualannya pun juga akan menjadi tidak baik, karena ia menghalalkan berbagai cara demi usahanya tersebut.

Oleh karenanya, sebelum memulai usaha, Suryadin mengingatkan, seorang pelaku usaha harus memperbaiki niat terlebih dahulu. Ia mengilustrasikan, ketika dalam proses pengembangan usaha terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka niat baik yang ditetapkan sebelum memulai usaha itulah yang akan menarik pelaku usaha kembali ke jalan yang benar.

Baca Juga: Dyah Suminar: Pengusaha Tidak Boleh “Alergi” pada Perubahan Zaman

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam proses penentuan produk yang hendak dijual, seorang pelaku usaha harus memperhatikan dan mempertimbangkan sifat produk tersebut; apakah boleh menurut hukum Islam dan legal menurut hukum negara atau tidak. Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan apakah usaha tersebut bermanfaat bagi dunia dan akhirat atau tidak. Terakhir, mempertimbangkan apakah media yang digunakan benar atau tidak.

Sementara itu, Iriyanto menjelaskan bahwa Islam telah memerintahkan umatnya untuk giat berusaha. Perintah itu sebagaimana termaktub dalam QS. ar-Ra’d [13]: 11 (yang artinya), “sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.

Spirit yang terkandung dalam ayat itu, oleh Iriyanto dikenalkan dan ditularkan kepada banyak pihak, terutama dari kalangan non-Muslim. “Saya menggunakan kalimat yang cocok dengan mereka. Karena bukan pengajian, maka saya tidak ngomong (mengatakan, red) ini berasal dari surat ar-Ra’d ayat 11,” ujarnya. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *