Faktor dan Jenis Bullying Pada Anak

Gaya Hidup 17 Jul 2021 0 369x
Bullying

Bullying

Bullying merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dalam penelitiannya, Ela Zain Zakiyah dkk. mengutip definisi dari Sejiwa, yang menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang, baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya. Pelaku bullying disebut dengan istilah bully. Seorang bully tidak mengenal gender maupun usia. Bahkan, bullying sudah sering terjadi di sekolah dan dilakukan oleh remaja.

Bullying merupakan bentuk perilaku kekerasan secara psikis ataupun fisik yang terjadi pada seseorang atau kelompok. Seringkali orang yang menjadi korban bully ialah yang orang kurang terkenal, mempunyai fisik yang tidak sempurna, atau berasal dari kondisi ekonomi yang sulit. Namun, tidak menutup kemungkinan seorang yang populer atau dari kalangan atas juga menjadi korban bully, bisa jadi karena sikapnya yang cenderung sombong dan arogan sehingga tidak disukai teman-temannya.

Baca Juga: Self-Love: Mulailah Mencintai Diri Sendiri

Lebih lanjut, Ela Zain Zakiyah dkk. mengutip pandangan Ariesto mengenai faktor-faktor penyebab bullying, antara lain:

Pertama, keluarga. Pelaku bullying seringkali berasal dari keluarga yang bermasalah, seperti orang tua yang sering menghukum anaknya secara berlebihan, atau situasi rumah yang penuh stres, agresi, dan permusuhan.

Kedua, sekolah. Pihak sekolah sering mengabaikan keberadaan bullying ini. Akibatnya, anak-anak sebagai pelaku bullying akan mendapatkan penguatan terhadap perilaku mereka untuk melakukan intimidasi terhadap anak lain.

Ketiga, faktor kelompok sebaya. Anak-anak ketika berinteraksi di sekolah dan dengan teman di sekitar rumah, seringkali terdorong untuk melakukan bullying. Beberapa anak melakukan bullying dalam usaha untuk membuktikan bahwa mereka bisa masuk dalam kelompok tertentu, meskipun mereka sendiri merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut.

Keempat, kondisi lingkungan sosial. Kondisi lingkungan sosial dapat pula menjadi penyebab timbulnya perilaku bullying. Salah satu faktor lingkungan sosial yang menyebabkan tindakan bullying adalah kemiskinan.

Kelima, tayangan televisi dan media cetak. Televisi dan media cetak dapat membentuk pola perilaku bullying dari segi tayangan yang mereka tampilkan.

Baca Juga: Efek Negatif Kekerasan Pada Otak Anak

Mengutip hellosehat.com, ada jenis-jenis bullying yang mungkin dialami anak, sehingga orang tua perlu mengetahuinya, yakni:

Pertama, bullying fisik. Biasanya perundungan fisik adalah salah satu dari jenis bullying pada remaja yang paling mudah dikenali. Seringkali yang menjadi korban akan menerima berbagai perlakuan fisik yang kasar. Menurut National Center Against Bullying, jenis perundungan fisik bisa berupa menghalangi jalan korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga merusak barang.

Kedua, bullying verbal. Salah satu dari jenis bullying pada remaja lainnya adalah perundungan verbal. Tindakan ini bisa dilakukan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang menyakitkan atau merendahkan. Dampak dari perundungan secara verbal mungkin tidak terlihat secara langsung. Maka dari itu, pelakunya tidak akan ragu untuk melontarkan ucapan yang tidak pantas secara terus menerus.

Ketiga, tindakan pengucilan. Jenis perundungan lainnya yang juga cukup sering terjadi yaitu pengucilan. Anak tidak disakiti secara fisik maupun verbal, tetapi justru dimusuhi dan diabaikan oleh lingkungan pergaulannya. Anak akan kesulitan mencari teman, karena biasanya pelaku punya pengaruh yang cukup kuat untuk membujuk orang lain mengucilkan si korban.

Keempat, bullying dunia maya. Faktanya, bullying tak hanya terjadi di dunia nyata saja. Sekarang ini, bullying di dunia maya atau cyber bullying umum terjadi. Artinya, tidak dilakukan di lingkungan sekolah atau kehidupan sehari-hari secara langsung.

Kelima, bullying seksual. Jika Anak anda sudah memasuki usia remaja awal, jenis perundungan ini lebih mungkin dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menggoda, berusaha mengintip, bahkan menyentuh korban secara seksual. Tak hanya itu, jenis perundungan seksual pada remaja adalah jenis perundungan dengan cakupan yang cukup luas. Dimulai dari menyebarkan foto korban yang bersifat sensual dan pribadi, mengambil foto korban diam-diam dengan tujuan memuaskan gairah seksual pelaku, atau memaksa korban menonton atau melihat hal-hal yang berbau pornografi.

Keenam, bullying antar saudara. Jenis bullying lainnya yang bisa terjadi pada remaja adalah perundungan dari saudara terdekat. Hal ini bisa terjadi ketika ada salah satu pihak yang merasa bahwa ia diperlakkan kurang baik dibandingkan dengan adiknya. Remaja yang pernah dirundungi pada masa kecilnya dilaporkan cenderung lebih rentan mengalami masalah mental sewaktu dewasa. Inilah bahaya bullying di rumah yang perlu diwaspadai setiap orangtua.

Maraknya perilaku bullying, terutama terhadap anak, perlu mendapat perhatian bersama, khususnya dari orang tua. Upaya pencegahan dengan cara meminimalisir faktor penyebab terjadinya bullying harus dilakukan secara maksimal. Minimal kita dan lingkungan di sekitar kita tidak melakukan tindakan buruk tersebut. (Fathia*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

 

Sumber:

Zakiyah Ela Zain dkk. 2017. “Faktor yang Mempengaruhi Remaja dalam Melakukan Bullying”. Jurnal Penelitian & PPM. Vol 4. No. 2.

https://hellosehat.com/parenting/remaja/kesehatan-mental-remaja/bullying-pada-anak-remaja/

https://www.parenting.co.id/usia-sekolah/anak-jadi-pelaku-bullying-apa-penyebabnya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *