Berita

Gelar Kuliah Pakar, STIKes Muhammadiyah Aceh Undang Dokter dari RSUP Hasan Sadikin Bandung

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Aceh menyelenggarakan Kuliah Pakar dengan mengundang narasumber Dokter Obstetri Ginekologi, Konsultan Onkologi RSUP Hasan Sadikin Bandung, Dodi Suardi. Kuliah pakar yang mengusung tema “Kegawatdaruratan Obstetri dan Ginekologi” ini digelar di Lantai dua Gedung STIKes Muhammadiyah Aceh, Punge Blang Cut, Kota Banda Aceh.

Hadir dalam Kegiatan tersebut  Ketua STIKes Muhammadiyah Aceh Eulisa Fajriana. Kegiatan diadakan secara daring dan luring melibatkan seluruh tenaga pengajar, staf, mahasiswa, tenaga kesehatan, keperawatan, dan kebidanan.

Eulisa Fajriana mengatakan bahwa narasumber yang diundang begitu kompeten di bidangnya. “Kita berharap banyak dapat berdiskusi nantinya. Apa-apa yang menjadi ganjalan di hati kita selama ini bisa kita salurkan langsung. Selamat berdiskusi dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Dakwah Kesehatan dalam Kongres Bayi Aisyiyah

Ia mengatakan, salah satu tujuan kegiatan ini adalah agar ada masukan dan pencerahan kepada mahasiswa, mengingat ada sebagian mahasiswa STIKes Muhammadiyah Aceh yang juga sedang praktik.

“Memang kita lakukan kuliah pakar kita peruntukkan buat tenaga bidan, terutama mengubah pola pikir dari gaya lama ke gaya baru. Karena, banyak sekali kecemburuan bahwa langkah kebidanan diperebutkan, ternyata setelah mendengar penjelasan ahli, memang harus seperti itu, agar ibu dan anak selamat selama masa persalinan, khususnya ibu,” terang Eulisa.

Sementara itu, Dodi Suardi mengatakan bahwa materi yang akan dibagikan kepada peserta kuliah pakar ini adalah tentang obstetri kebidanan dengan cara yang sederhana. Menurutnya, setiap tenaga kesehatan harus tahu kemampuan diri masing-masing, termasuk ketika fasilitas yang tersedia apa adanya.

“Menolong orang itu baik. Tapi kalau kita melakukannya bukan dengan cara yang baik, tentu hasilnya pun tidak baik. Jadi sudah niat baik menolong perlu satu lagi mengerjakannya dengan benar. Jadi baik dan benar,” papar Dodi.

Ia menambahkan, jika niat baik diiringi dengan cara yang benar, hasilnya pasti juga baik. “Tidak sulit kalau kita bisa menilai kapasitas yang ada pada diri kita, pada tempat kerja kita, dan itu yang kita bicarakan hari ini. Tidak ingin mempersulit penanganan, tapi justru mempermudah bagaimana menangani, menolong saudara kita yang membutuhkan pertolongan,” imbuhnya. (Agusnaidi B/Sb)

Related posts
Berita

Seminar Pra-Muktamar IV: Muhammadiyah Menuju Transformasi Pelayanan Kesehatan

Palembang, Suara ‘Aisyiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Abid Djazuli mengatakan bahwa Muhammadiyah harus memainkan peran di bidang kesehatan dengan baik. Muhammadiyah,…
Berita

Unmuha Turut Andil dalam Kolaborasi Workshop Aplikasi Sosial Budaya Pembelajaran Keperawatan

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Sebanyak 34 orang dosen dari 4 kampus kesehatan di Aceh (Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, Akademi Keperawatan…
Berita

Gelar Kuliah Pakar, STIkes Muhammadiyah Aceh Siapkan Tenaga Elektromedis

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Sabtu (12/3), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIkes) Muhammadiyah Aceh mengadakan Kuliah Pakar dengan tema “Peluang dan Tantangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.