Berita

Gelar Sarasehan Kebangsaan, Pemuda Muhammadiyah Kemang Ajak Kaum Muda Peduli Politik

Bogor, Suara ‘AisyiyahPimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kemang gelar Sarasehan Kebangsaan edisi perdana dengan tema “Puasa, Kenegarawanan, dan Syahwat Politik” yang dihadiri oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Bogor, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bogor, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Bogor, dan keluarga besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kemang.

Bertindak sebagi narasumber Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod Al-Barbasyi didampingi oleh Direktur Eksekutif Amanat Institut Fahd Pahdepie, dan terakhir ada Direktur DEEP Indonesia Neni Nur Hayati. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo, Bogor pada Sabtu (16/4).

Dalam sambutannya, Ketua Umum PCPM Kemang Shidiq Anshori menyampaikan bahwa PCPM perlu menggaungkan pendidikan politik kepada anak muda. “Pendidikan politik bagi kaum muda menjadi hal yang penting untuk terus kita gaungkan, kegiatan ini bukan untuk deklarasi atau dukungan pada tokoh politik tertentu akan tetapi sebagai ikhtiar untuk menghadirkan diskursus politik yang segar,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo Endang Mintarja menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh membuat orang lupa tentang makna ukhuwah. “Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar, tidak boleh dijadikan dasar untuk saling menjatuhkan, saling menghujat sehingga kita lupa akan makna persaudaraan baik dalam persyarikatan maupun di luar persyarikatan,” tegasnya.

Baca Juga: Perempuan, Srikandi Politik yang Terpingirkan

Berkesempatan sebagai pembicara pertama Neni Nur Hayati selaku direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia. Ia menyampaikan bahwa demokrasi perlu keterlibatan anak muda dalam politik.

“Kekuatan politik memerlukan konsolidasi masyarakat sipil, dan pemuda harus mampu ambil bagian baik di dalam sistem politik maupun di luar sistem agar tetap terbangun check and ballancing dalam proses demokrasi dengan terus mengedepankan progresifitas dan pemikirannya dalam perpolitikan nasional,” tandasnya.

Menambahkan, Fahd Pahdepie memaparkan bahwa anak muda harus benar-benar mengerti tentang politik. “Dalam kajian ke-Islam-an kita tidak asing dengan kata kekuasaan, tentang kata power. Oleh karena itu, perlu belajar power dari Nabi Muhammad tentang bagaimana power plays, power relations, dan power interractions sehingga gerakan dan langkah politik menjadi menyeluruh dan tinggi,” pungkasnya.

Sebagai narasumber terakhir pada Sarasehan Kebangsaan edisi perdana ini adalah Rektor UMJ Ma’mun Murod Al-Barbasyi. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa politik itu penting, dan anak muda harus berperan aktif serta ber-fastabiqul khairat di dalamnya.

“Dalam ber-fastabiqul khairat di ruang-ruang politik, pemuda harus mampu mendayagunakan kekuatan baik secara personal maupun komunal. Pentingnya politik maka untuk menggapainya harus sepenting bagaimana posisi politik itu penting. Oleh karenanya, Pemuda Muhammadiyah diharapkan memiliki pola pikir yang lurus dan tetap mengedepankan idealisme dengan realitas yang seimbang,” jelasnya.

Pada akhirnya, Sarasehan Kebangsaan edisi perdana merupakan ikhtiar PCPM Kemang untuk memberikan pendidikan politik untuk kaum muda berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan buka puasa bersama. (ha/sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.