Muda

Generasi Muda: Sang Pemimpin Masa Depan

generasi muda
generasi muda

generasi muda (foto: istockphoto)

Oleh: Dhelinta Fitri Pramadhanti*

Generasi muda merupakan aset bangsa yang berharga, sebuah harapan besar bagi suatu bangsa kepada generasi muda untuk melanjutkan perjuangan dan kepemimpinan yang lebih baik serta akan mengemban amanah meneruskan bangsa ini. Generasi muda sebaiknya mempersiapkan diri menjadi generasi yang melakukan pembaruan untuk mewujudkan keadilan, kesejahteraan, serta mempertahankan keutuhan NKRI.

Generasi muda yang dapat menyatukan perpecahan, meredam kericuhan, melerai bentrok, serta memecahkan kesalahpahaman dan persoalan bangsa. Generasi muda kekinian merupakan generasi yang berada di masa sekarang. Meski kekinian, generasi muda harus memiliki wawasan kebangsaan, yaitu mempunyai jiwa nasionalisme tinggi dan rasa semangat kebangsaan yang tertanam kuat dalam dirinya serta mencerminkan nilai-nilai pancasila. Beberapa sikap yang perlu dilakukan untuk menjadi pemuda kekinian yang menjadi pemimpin masa depan.

Tidak mudah terprovokasi dengan berita hoaks

Generasi muda kekinian yang menjadi pemimpin masa depan mestinya tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang mengundang kritik masyarakat, menimbulkan fitnah maupun berita bohong (hoaks) yang ditulis oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sebagai  pemuda kekinian, sudah tidak asing lagi dengan teknologi, terutama media sosial. Alangkah baiknya jika mereka dapat menggunakan media sosial dengan bijak, misalnya tidak berkomentar dengan ujaran kebencian, tidak menggunakan akun sosial media untuk melakukan provokasi dan menyebarkan beria hoaks. Atau sebaliknya, gunakan akun sosial media untuk menangkal berita hoaks dengan cara menyebarkan informasi yang benar dan tidak mudah tergiring opini-opini yang belum pasti kebenarannya.

Supaya tidak mudah terprovokasi, generasi muda yang kekinian perlu meningkatkan literasinya dengan cara membaca. Baik itu membaca jurnal, buku, artikel, berita, dan lain sebagainya secara dalam atau luar jaringan. Dengan banyak membaca, maka pengetahuan akan semakin luas sehingga tidak mudah terprovokasi karena secara otomatis akan mengetahui bahwa berita tersebut bohong dan hanya ingin memprovokasi serta memecah belah bangsa. Maka dari itu, sebelum membaca perlu memilah bahan bacaan dari sumber yang terpercaya.

Bangga dengan produk sendiri

Bangga dan mencintai produk dalam negeri adalah salah satu hal yang wajib dilakukan generasi muda kekinian yang menjadi pemimpin masa depan. Misalnya memakai batik dari berbagai daerah, wisata kuliner makanan tradisional maupun membeli dari UMKM yang menjual makanan Indonesia, dan menggunakan produk-produk buatan dalam negeri.

Selain itu, juga dapat berwisata di dalam negeri yang tidak kalah mempesonanya dengan wisata di luar negeri. Dengan berwisata di wilayah domestik, akan membantu perekonomian warga sekitar, dan meningkatkan perkembangan wisata di Indonesia.

Baca Juga: Dakwah Digital dan Content Creator, Bagaimana Anak Muda Mengubah Konten Keislaman?

Generasi muda kekinian dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, dengan melakukan gerakan mempromosikan karya-karya buatan anak bangsa dan pariwisata Indonesia melalui media sosial supaya menjadi populer dan dikenal masyarakat luas. Hal tersebut juga akan mengundang wisatawan asing untuk datang berkunjung ke Indonesia sehingga meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia.

Belajar dengan baik

Bukan perang seperti para penjajah dahulu, namun belajar merupakan cara berjuang generasi muda sekarang. Generasi muda kekinian tentunya harus belajar dengan baik untuk melatih kemampuan softskill maupun hardskill yang akan sangat membantu generasi muda kekinian meraih kesuksesan. Di era digital ini, dari generasi muda hingga orang tua sangat penting untuk menguasai teknologi.

Kemudian, melakukan perkembangan-perkembangan dalam dunia penelitian supaya Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Belajar mempunyai makna yang sangat luas, generasi muda kekinian dapat mulai belajar dengan baik di sebuah instansi, organisasi, maupun di lingkungan masyarakat. Berbekal pengetahuan dari proses belajar tersebut, generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan akan siap menghadapi tantangan dan membangun bangsa ini menuju arah yang lebih baik.

Melestarikan budaya

Banyak sekali kebudayaan di Indonesia hingga tidak terhitung jumlahnya. Setiap daerah mempunyai kebudayannya sendiri. Hal itulah yang sampai sekarang masih menjadi daya tarik wisata asing maupun lokal untuk berkunjung maupun mempelajari kebudayaan Indonesia.

Sebagai generasi muda sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan budaya, jika tidak ada yang melestarikannya maka kebudayaan itu dapat hilang tergerus waktu. Apalagi untuk saat ini banyak sekali budaya asing yang masuk ke Indonesia dan mulai mempengaruhi dari cara berpikir maupun berperilaku generasi muda. Jangan sampai hal tersebut membuat terlena hingga melupakan kebudayaan sendiri.

Generasi muda kekinian dapat mendokumentasikan atau mengarsipkan, mempelajari, mempromosikan dan mengenalkan kebudayaan Indonesia ke dunia. Sebagai penerus bangsa yang akan menjadi pemimpin masa depan, harus bangga dengan kekayaan dan keberagaman budaya yang dimiliki bangsa ini, dan merawat warisan nenek moyang untuk tetap ada hingga anak cucu generasi berikutnya.

Tidak hanya empat hal di atas, namun masih banyak cara yang positif menjadi generasi muda kekinian untuk menjadi pemimpin masa depan. Di era globalisasi ini, generasi muda kekinian harus menjadi contoh yang baik untuk generasi selanjutnya. Pantang untuk berpangku tangan atas perubahan yang ada, namun ikut berpartisipasi dalam perubahan menuju yang lebih baik.

*Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret

Related posts
Berita

PKBM Aisyiyah Gowa: Selamatkan Generasi Muda melalui Pendidikan

Gowa, Suara ‘Aisyiyah – Satu-satunya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ‘Aisyiyah di Kabupaten Gowa adalah yang dikelola oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA)…
Kalam

Peran Ibu dalam Menyiapkan Generasi Muda

Oleh: Sukisno Sunaryo Artinya: “dan hendaklah takut kepada Allah apabila mereka meninggalkan anak-anak keturunan yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) anak-anak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.