Generasi Penghafal al-Qur’an (1)

Inspirasi 7 May 2020 0 124x

Sekitar tahun 1986, Pemuda Muhammadiyah Cabang Kotagede Yogyakarta mensponsori Taman Pendidikan al-Qur`an (TPA) dengan metode Iqro`. Kelahiran TPA tersebut telah membangkitkan semangat Pimpinan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. Hampir seluruh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah di Indonesia saat itu mengirimkan kader-kadernya untuk mengikuti pelatihan TPA.

Bahkan, seorang istri Gubernur Kalimantan Selatan kala itu berhasil mengembangkan TPA di seluruh wilayahnya. Jerih-payah  para kader Pemuda Muhamadiyah yang dipimpin oleh K.H. Humam tersebut menginspirasi untuk membuat gerakan-gerakan cinta al-Qur’an.

Pada masa sekarang gerakan-gerakan untuk mencintai al-Qur’an semakin tumbuh berkembang di seluruh Indonesia. Generasi Hafiz al-Qur’an terus bertambah dan bermunculan.  Di antara tempat-tempat menghafal al-Qur’an yang digagas oleh penggerak Muhammadiyah ialah :

  • Ma’had ‘Aisyiyah Tahfidzul-Qur’an di Gemolong, Jawa Tengah,
  • Tahfidzul-Qur’an Nurul Qur’an ‘Aisyiyah di Nganjuk, Jawa Timur,
  • PTQ ‘Aisyiyah di Ponorogo, Jawa Timur,
  • PP Tahfidz Al-Qur’an Putri Bambu Kuning di Jember, Jawa Timur,
  • PPTQ Muhammadiyah Ibnu Juraimi di Yogyakarta,
  • Pondok Tahfidz Al-Mansyur di Bantul, Yogyakarta,
  • TahfidzMu di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta,
  • Tahfidz Muallimin Muhammadiyah di Sawah Dangka, Sumatra Barat,
  • Pontren Tahfidzul Qur’an K. H. Ahmad Dahlan di Bekasi, Jawa Barat,
  • Muhammadiyah Boarding Labschool Takhassus li Tahfidzil-Qura’an di Bekasi, Jawa Barat
  • Pesantren Muhammadiyah Tahfidzul Qur’an Darul Fatah di Sragen, Jawa Tengah,
  • Pesantren Muhammadiyah Tahfidzul Qur’an Al-Maun di Sragen, Jawa Tengah
  • Rumah Tahfiz Baitul Aziz di Batang, Jawa Tengah,
  • Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Abu Bakar Ash-Shidiq di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah,
  • Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ibadurrahman di Serengan, Surakarta, Jawa Tengah
  • Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an K. H. Ahmad Dahlan di Surakarta, Jawa Tengah
  • Pesantren Tahfiz Qur-an At-Taqwa di Demak, Jawa Tengah
  • Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al Maun di Blora, Jawa Tengah, (xviii) Pondok Tahfidz Qur’an Daarul Arqom di Boyolali, Jawa Tengah (xix) Rumah Quran Ahmad Dahlan 1, 2, dan 3 di Karanganyar, Jawa Tengah
  • Pesantren Daurah Tafidz al-Qur’an di Karanganyar, Jawa Tengah
  • MBS Tahfidz Roudhotun Nasyi’in di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
  • MBS Tahfidz Qur’an di Wonoprinngo, Pekalongan, Jawa Tengah
  • Tahfidzul Qur’an Ahmad Dahlan di Madiun Jawa Timur
  • Tahfidzul-Qur’an Ahmad Dahlan di Ponorogo, Jawa Timur
  • Pondok Penghafal Al-Qur’an Fathul Mu’in Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan, dan sebagainya.

Adanya lembaga-lembaga pendidikan tahfidz tersebut merupakan secercah harapan di tengah hingar-bingarnya millenium cyber. Tantangan bagi Muhammadiyah-‘Aisyiyah ialah bagaimana membangkitkan kemauan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di pondok tahfidz. Orang tua seyogianya tidak perlu khawatir akan kemampuan anak karena Allah akan  mencahayai hati dan otak mereka.

Menurut Ustadz Taufik, Ketua Pondok Tahfiz Griya Qur’an yang terletak di Beji, Depok, Jawa Barat, jumlah hafidz kini seluruhnya sudah mencapai  200  ribu orang, terdiri atas anak-anak dan orang dewasa. Dari jumlah tersebut,  50%  berada di  Bima dan Nusa Tenggara Timur. Suara Aisyiyah kemudian mengamati sejumlah pesantren hafidz yang memiliki fokus terhadap penghafal  al-Qur`an itu.

Aktivitas di Pondok Tahfiz Griya Qur’an di Beji, Depok, Jawa Barat, dikhususkan untuk menghafal al-Qur’an, dari pagi, siang, sore, hingga malam. Santri yang belajar di pondok itu sementara tidak belajar di sekolah umum. Santrinya sangat variatif, mulai dari lulusan SD sampai sarjana, seperti lulusan UI dan UNSRI. Intinya, proses menghafal di pondok ini tidak membedakan tingkat pendidikan.

Bersambung Generasi Penghapal al-Quran (2)

Sumber Ilustrasi : http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2016/12/25/48118/persembahan-jubah-kemuliaan-dari-anak-penghafal-quran/

Leave a Reply