Berita

Gerak Dakwah Kultural Muhammadiyah melalui Olahraga

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Muhammadiyah merupakan gerak dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar. Gerakan dakwah Muhammadiyah adalah gerakan dakwah kultural. Artinya, gerakan dakwahnya meliputi berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Dalam aspek kesehatan, olahraga, seni budaya, dan lain-lain bisa dijadikan sebagai media dan ladang dakwah. Gerakan dakwah ini tidak hanya dalam aspek dakwah bil lisan, tetapi juga dakwah bil hal.

Hal tersebut disampaikan oleh Dadang Kahmad selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam program Catatan Akhir Pekan tvMu dengan tema “Dakwah Muhammadiyah Melalui Olahraga”, Ahad (24/10).

Dadang mengatakan, Muhammadiyah mempunyai Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) yang tugasnya adalah melakukan dakwah dengan seni, budaya, dan olahraga. LSBO merupakan lembaga yang mengorganisir dan mengkhususkan serta mempublikasikan seni dan budaya di Muhammadiyah. Ia mengungkapkan, selama mendukung tercapainya dan/atau meningkatkan nilai keimanan, ibadah, dan akhlak, maka seni, budaya, dan olahraga dapat didukung.

Baca Juga: Dakwah Komunitas Seni Anak Muda

Di bidang olahraga, Muhammadiyah mempunyai Tapak Suci yang kini menjadi salah satu olahraga pencak silat yang digemari masyarakat dunia. Kini banyak orang-orang di luar Muhammadiyah, bahkan yang bukan berkewarganegaraan Indonesia, yang mengikuti tapak suci yang diorganisasikan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri, seperti di Kairo, Jerman, dan Belanda. Selain itu, Muhammadiyah juga punya klub sepak bola, yakni Hizbul Wathan FC yang sudah memiliki banyak prestasi.

Dakwah kultural Muhammadiyah melalui seni, budaya, dan olahraga itu, menurut Dadang, adalah upaya untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Islam itu ramah, toleran, moderat, dan mendorong manusia untuk berkemajuan agar tidak lagi alergi terhadap perkembangan kehidupan, termasuk dalam bidang seni, budaya, dan olahraga.

Selain itu, Dadang menambahkan, olahraga sangat penting bagi kesehatan manusia. “Tubuh yang sehat itu adalah diolah, digerakkan, dan ditata sedemikian rupa. Di samping makan makanan yang bergizi, juga kita harus bergerak. Karena orang yang sering gerak jauh lebih baik daripada orang yang diam,” ujarnya. (silvi)

Related posts
Sosial Budaya

Peran Kebangsaan Muhammadiyah di Era Pra Kemerdekaan dan Era Digital

17 Agustus 2022 merupakan tahun ketiga Indonesia merayakan hari kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia memasuki usia 77 tahun. Di…
Kalam

Cara Memilih Jodoh Menurut Islam

Di dalam al-Quran, Allah swt. menjelaskan bahwa segala sesuatu, termasuk manusia, diciptakan saling berpasang-pasangan. Tujuan dari penciptaan yang berpasang-pasangan itu adalah agar…
Kalam

Tilawah dan Qiraah: Literasi Pemahaman Ajaran Islam

Oleh: Ustadzi Hamzah Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenung sejenak tentang diri kita dan umat Islam. Secara spesifik, mari kita…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.