Gerak IMM di Tengah Pandemi Covid-19

Berita 24 Sep 2021 0 53x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Sebagai organisasi otonom yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) membuka terbuka bagi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi, baik milik Muhammadiyah, swasta, maupun negeri. Pernyataan tersebut diungkapkan M. Robby Rodliyya Karman, Sekretaris Jendral DPP IMM, dalam acara Ngopi Bareng Den Budi yang disiarkan langsung di akun YouTube @Radio Muhammadiyah.

Acara yang diadakan Selasa (21/9) dengan mengusung bertema “Dari Mahasiswa Muhammadiyah untuk Masyarakat Indonesia” ini membahas mengenai peran dan kontribusi IMM kepada warga persyarikatan, umat, dan bangsa selama ini, terlebih pada masa pandemi Covid-19. Karman menyampaikan, sebagai organisasi yang bergerak di aras kemahasiswaan, IMM berperan mengajarkan ragam soft skill yang kadang tidak dapat ditemukan di bangku perkuliahan.

Ia berceritera, selama 10 tahun perjalanannya bersama IMM, organisasi ini mengajarkan rasa percaya diri pada dirinya untuk berani berbicara di depan umum dan melatihnya untuk bekerja sama dengan kader IMM yang berasal dari berbagai daerah. Lebih dari itu, IMM membuatnya mempunyai kesadaran dan kepekaan untuk memberi kontribusi lebih terhadap permasalahan sosial yang sedang dihadapi masyarakat.

Baca Juga: Jenderal Soedirman: Jadi Kader Muhammadiyah Itu Berat

Pada masa pandemi saat ini, ujar Karman, masyarakat memerlukan bantuan dari berbagai pihak baik yang berasal dari pemerintah atau non-pemerintah untuk membantu mereka yang terkena dampak sosial atau ekonomi dari pandemi Covid-19. “Selama pandemi Covid-19, IMM banyak melakukan pergerakkan dalam membantu masyarakat yang terkena imbas pandemi, salah satunya membentuk Satgas (Satuan Tugas) Covid-19,” ungkap Karman.

Selain itu, menurutnya, ada berbagai kegiatan yang dilakukan pimpinan IMM di seluruh Indonesia, seperti membagikan masker, hand satizer, dan memberikan bantuan sembako. Bantuan yang dilakukan oleh IMM ini, lanjutnya, mengikuti setiap instruksi dari MCCC (Muhammadiyah Comand Covid-19 Center) yang bertugas mengkoordinasi pelaksanaan dan aksi penanganan Covid-19.

Lebih lanjut, Roby juga menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, banyak kegiatan IMM yang berubah, dari yang biasanya dilakukan secara offline, sekarang diharuskan untuk melaksanakannya secara online. Rapat dan kegiatan perkaderan pun kini dilakukan secara daring, termasuk seminar-seminar.

Menurutnya, setiap kegiatan IMM yang dilakukan secara online memberikan tantangan tersendiri bagi anggotanya. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, setiap kegiatan online yang diadakan IMM dapat direalisasikan dengan baik dan berjalan sebagaimana mestinya. (cheny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *