Berita

GSM Aisyiyah Jawa Barat: Mengelola Hati dengan Self Talk

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Man ‘arafa nafsahu, fa qad ‘arafa Rabbahu. Siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia akan mengenal Tuhannya. Ungkapan itu menjadi pengantar dalam acara Gerakan Subuh Mengaji ‘Aisyiyah Jawa Barat yang diisi oleh Psikolog Klinik, Iip Fariha.

Acara yang mengusung tema “Mengelola Hati dengan Self Talk: Seni Menjaga Keselamatan dan Kesehatan Jiwa yang Holistik”, Iip menerangkan bahwa orientasi dari pengenalan diri adalah mengenal siapa yang menciptakan manusia. Dengan begitu, terangnya, manusia bisa berperan sebagai hamba yang baik.

Iip lantas menjelaskan kaitan antara hati dan perilaku manusia. Dalam sudut pandang Islam, katanya, qalbu adalah pusat kepribadian manusia. “Kepribadian muslim itu bertujuan untuk mencapai keselamatan (qalbun salim), bersifat holistik. Selain kesehatan fisik, psikis/mental yang meliputi biopsikososial, manusia harus selamat jiwanya dari penyakit hati (qalbun maridh)”.

Baca Juga: Sifat-Sifat Hati yang Membahayakan

Apa yang disampaikan Iip itu merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut, Rasulullah saw. menerangkan bahwa di dalam setiap jasad terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh jasad tersebut. Pun sebaliknya. Jika daging itu jelek, maka jeleklah seluruh jasad tersebut. “Ala wa hiya al-qalbu”, ketahuilah, bahwa daging itu adalah qalbu.

Karena sifat hati yang berubah-ubah, maka hati harus dikelola dengan cara yang tepat. Ada 3 (tiga) caya mengelola hati yang disampaikan Iip, yakni dengan: (a) mengendalikan lintasan pikiran, misalnya pikiran-pikiran yang negatif dan rancu; (b) mengelola perasaan, seperti labih dan emosi yang merusak, dan; (c) membersihkan sifat yang jelek dan merusak jiwa.

Mengenai dialog dengan diri sendiri (self talk), Iip menjelaskan bahwa dialog tersebut dapat terjadi setiap hari, dapat disadari atau tidak, mengandung keyakinan, berupa tafsiran atas kehidupan yang dialami, dan merupakan bentuk proses berpikir. “Kadang-kadang juga mengarah kepada keputusan-keputusan nanti. Jadi itu dialog dengan diri,” ujarnya pada Jumat (14/1). (sb)

Related posts
Berita

GSM PWA Jawa Barat: Tauhid Rahamutiyah, Mengatasi Bencana dengan Kasih Sayang

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Bencana, atau sebuah peristiwa yang menimbulkan sebuah kerugian dan penderitaan sangatlah dekat dengan manusia. Bukan hanya bencana alam,…
Berita

GSM PWA Jawa Barat: Meningkatkan Takwa Lewat Ujian Sakit

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – Bagi seorang muslim, sakit adalah sebuah ujian yang diberikan Allah sebagai sarana kenaikan tingkat. Hal ini sesuai dengan…
Berita

Agus Kusnandi: Muhammadiyah Punya Tanggung Jawab Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta

Bandung, Suara ‘Aisyiyah – “Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta” adalah tema yang dipakai Muhammadiyah dalam Muktamar Ke-48. Tema itu diambil sebagai bentuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.