Gugah Empati Kader, IMM Unmuha Gelar Diskusi Analisis Sosial

Berita 20 Des 2021 0 42x

Banda Aceh, Suara ‘Aisyiyah – Ahad (19/12), bertempat di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh, peserta Darul Arqam Dasar (DAD) di bawah naungan Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Aceh mengadakan diskusi tentang analisis sosial.

Master of Training Imam Abdillah Lukman mengatakan bahwa materi tentang analisis sosial ini sangat diperlukan untuk membuktikan bahwa IMM juga memperhatikan kehidupan masyarakat, yang mana nantinya akan berkontribusi untuk menggugah rasa empati para calon kader.

“Adapun sasaran analisis sosial ini ke masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar perkaderan. Di sini peserta dapat menggali lebih dalam dengan metode wawancara langsung yang setelah itu dilakukan diskusi dan analisis mencari solusi dari permasalah tersebut,” ucap Imam.

Baca Juga: Keberpihakan ‘Aisyiyah pada Masyarakat Marjinal

Ketua Umum Pimpinan Cabang IMM Kota Banda Aceh Hakiki Menambahkan bahwa materi tentang analisis sosial ini memang perlu untuk dimasukkan dalam kegiatan perkaderan ini.

“Dengan melihat langsung permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat ini diharapkan akan menggugah peserta untuk lebih peka lagi terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” terang Hakiki.

Ia juga menambahkan bahwa materi analisis sosial ini sudah sesuai dengan Trilogi IMM, yaitu keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan serta juga sesuai dengan Trikompetensi Dasar IMM, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.

Output dari kegiatan analisis sosial ini ada memberikan bantuan kepada janda miskin yang hidup dengan tiga orang anak. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari ia berjualan kecil-kecilan di kawasan lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh.

Para peserta DAD memberikan bantuan paket sembako kepada warga tersebut yang dikumpulkan dari dana pribadi para peserta dengan harapan bahwa bantuan paket sembako tersebut dapat meringankan beban perekonomiannya. (Agusnaidi B/sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *