Kesehatan

Habbatussauda: Si Hitam dengan Sejuta Manfaat

Jintan Hitam

Selain pengobatan medis, obat herbal atau tradisional adalah obat-obatan yang umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Salah satu obat herbal yang umum digunakan oleh masyarakat adalah habbatussauda atau jinten hitam.

Memiliki nama latin Nigella Sativa, tanaman berbunga tahunan ini tergabung dalam keluarga Ranunculaceae. Tanaman asli Asia Selatan dan Asia Barat ini umum digunakan sebagai bumbu penyedap serta pengawet alami untuk makanan India dan Timur Tengah.

Habbatussauda mengandung protein, serat, zat besi, zinc, kalsium, fosfor, berbagai macam vitamin, dan berbagai jenis antioksidan seperti flavonoid dan thymoquinone. Tak heran jika tanaman satu ini sering dimanfaatkan sebagai obat herbal alami.

Dalam pengobatan tradisional, habbatussauda dimanfaatkan sebagai perangsang produksi ASI dan obat cacingan. Bukan hanya itu, biji ini  juga telah digunakan sebagai diuretik dan pelemas otot (untuk kedutan dan kejang). Bahkan ada juga yang mengatakan olesan minyak dari habbatussauda dapat menyembuhkan reaksi alergi kulit akibat dermatitis kontak.

Sejarah mencatat, manfaat habbatussauda pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan muslim, ibnu Sina dalam bukunya yang berjudul Canon of Medicine. Ibnu Sina menuliskan bahwa tanaman ini bermanfaat untuk pengobatan sesak nafas, baik disebabkan oleh asma maupun masalah pernapasan lainnya.

Bukan hanya pada saat keemasan Islam, habbatussauda juga dikenal sebagai obat tradisional sejak zaman Nabi Muhammad saw. dan para sahabat. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang berbunyi:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ فَإِنَّ فِيهَا شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّامَ

Artinya, Rasulullah saw. bersabda: “hendaknya kalian menggunakan habbatussauda ini. Sesungguhnya dia mengandung penawar dari segala penyakit, kecuali as-sam (kematian)”.

Diriwayatkan juga dari Khalid bin Saad, beliau berkata, “kami keluar bersama Ghalib bin Abhar kemudian dalam perjalanan itu beliau sakit. Pada saat itu datanglah Ibnu Abi Atiq yang kemudian berkata kepada kami, “Pakailah habbatussauda ini dan ambillah lima atau tujuh dan haluskanlah. Kemudian taburkan pada hidung dengan beberapa tetesan minyak pada sisi ini dan sisi ini. Karena sesungguhnya Aisyah ra. mengatakan padaku, beliau mendengar Nabi saw. bersabda, “sesungguhnya habbatussauda ini adalah penawar dari segala penyakit.” (HR. Bukhari)

Dari kedua hadist di atas, dapat disimpulkan bahwa habbatusssauda memiliki banyak manfaat bagi tubuh, khususnya sebagai penawar penyakit. Lalu, bagaimana pandangan dunia medis modern terkait manfaat habbatussauda ini?

Baca Juga: Ramuan Jamu Penjaga Imunitas Tubuh

Dilansir dari alodokter.com kandungan antioksidan dalam habbatussauda mampu untuk memperkuat respons imun tubuh dan melawan serangan penyakit. Kandungan antioksidan dalam habbatussauda juga terbukti dapat meredakan peradangan serta menangkap radikal bebas pemicu berbagai penyakit seperti kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Masih dilansir dari sumber yang sama, habbatussauda dipercaya memiliki manfaat lain dalam penyembuhan penyakit, seperti melawan infeksi bakteri E. coli penyebab diare atau P. aeruginosa penyebab pneumonia serta infeksi saluran kemih.

Bukan hanya itu, habbatussauda juga dipercaya dapat mengatasi masalah pencernaan, menghilangkan sakit kepala, meredakan gejala asma, menjaga tekanan darah, kolestrol tinggi, serta mengontrol kadar gula dalam darah.

Mengutip dari hellosehat.com, habbatussauda dipercaya mengandung beberapa senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai peningkatan daya tahan tubuh. Hal ini dikarenakan habbatusauda mengandung senyawa atau zat yang dapat dijadikan sebagai anti-inflamasi, antioksidan, dan aktivator imunitas.

Habbatussauda memiliki banyak manfaat, baik dalam pandangan kesehatan tradisional maupun modern. Sayangnya, penelitian mengenai habbatussauda ini masih terbatas dilakukan dalam laboratorium saja, dan hanya dilakukan pada kultur sel, hewan percobaan, ataupun kelompok kecil manusia. Sehingga masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai tanaman ini.

Di samping mengonsumi habbatusaauda, alangkah baiknya dibarengi dengan dengan pemeriksaan medis, agar mendapatkan penangan yang tepat. Habbatussauda dapat juga dimanfaatkan sebagai suplemen sehari-hari. Namun dalam penyembuhan suatu penyakit tetap membutuhkan resep obat serta kontrol kesehatan secara berkala.

Agar dapat mengambil manfaat dari habbatusauda, kita harus cermat dalam memilih produk. Pastikan kemasan masih dalam keadaan baik dan tidak rusak, pastikan juga bahwa produk yang dipilih sudah terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sehingga sudah teruji keamanan dan kualitasnya.

Oleh: Fathiyya Khonsa (mahasiswa magang Suara ‘Aisyiyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.