Berita

Hadiri Simposium Perkaderan, DPD IMM DIY Ajukan 8 Agenda Kemajuan Perkaderan

Medan, Suara ‘Aisyiyah — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY hadiri Simposium Perkaderan Nasional di Medan, Sumatera Utara. Sebagai bentuk komitmen menjaga suluh perkaderan DPD IMM DIY ajukan 8 poin kemajuan perkaderan.

Poin-poim yang diajukan adalah hal krusial untuk perkaderan masa depan yang adaptif, terstruktur dan menggemberikan, berorinetasi pada pengembangan potensi kader. Delapan poin tersebut tertuang dalam risalah Melayu Deli.

Kedelapan poin agenda kemajuan perkaderan tersebut antara lain, pertama, Sistem perkaderan IMM harus bertransformasi dari model seragam dan kaku menjadi perkaderan yang lentur, kontekstual dan sesuai dengan kondisi sosial.

Maka dari itu IMM perlu merancang perangkat metodelogis yang memungkin daerah dan cabang untuk merancang pola perkaderan sendiri yang sesuai dengan konteks lokal.

Kedua, perkaderan IMM perlu di revitalisasi mejadi ruang dialektika bagi seluruh kader. Untuk itu Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) yang disusun sebagai rujukan nasional tidak tertutup, terbatas dan dimaknai sebagai satu sistem final, melainkan sebagai rujukan yang terbuka dan tumbuh bersama dinamika organisasi.

Ketiga, IMM perlu memperhatikan disiplin ilmu setiap kader khususnya kader yang berasal dari vokasi, rumpun kesehatan dan tematik. Oleh karena itu IMM perlu menyusun SOP yang selaras dengan disiplin ilmu.

Keempat, IMM harus secara sadar harus mengarus utamakan gender dan inklusivitas dalam setiap seluruh prosesnya, mulai dari desain kurikulum, metode pelatihan, hingga diaspora kader pasca pelatihan.

Kelima, sebagai garda terdepan ideologi, korps instruktur tidak boleh dipandang hanya sebagai perangkat teknis semata. Sebab korps instruktur adalah kader yang bertugas dalam menjaga kemurnian, arah dan kedalaman sistem kaderisasi IMM.

Baca Juga: Perkaderan Pasca-Ortom dalam Konteks Zaman yang Terus Berubah 

Keenam, diaspora kader tidak boleh dipandang hanya sebagai pemindahan individu keruang strategis, tetapi harus diposisikan sebagai bagian dari dakwah ideologis dan ekspansi nilai-nilai IMM di ruang publik.

Maka dari itu IMM perlu menyusun blueprint yang tidak hanya memetakan potensi dan minat kader, tetapi juga membangun ekosistem penyaluran dan pembinaan pasca perkaderan

Ketujuh, evaluasi perkaderan menjadi tantangan tersendiri dalam tubuh ikatan. Selama ini keberhasilan perkaderan hanya dihitung dari jumlah peserta dan kelengkapan administrasi, bukan pada dampak nyata pada pertumbuhan dan peran kader.

Dengan demikian metode evaluasi perkaderan perlu di ubah dengan berlandaskan pada data yang memantau perkembangan kader secara berkelanjutan.

Terakhir, IMM perlu menyadari pentingnya kesehatan baik jiwa ataupun raga serta ruang aman psikologis dalam proses perkaderan. Model perkaderan yang otoriter, penuh tekan dan minim empati akan menghambat pertumbuhan kader.

Maka dari itu perkaderan perlu dirancang sebagai ruang aman yang mendukung ekspresi diri, menghargai perbedaan dan memberi rasa aman secara emosional.

Delapan poin agenda kemajuan yang tertuang dalam Risalah Melayu Deli ini adalah komitmen DPD IMM DIY untuk merawat asa suluh perkaderan agar simposium perkaderan nasional dipenuhi dengan gagasan segar mengenai metode, arah, dan pola perkaderan IMM.

Related posts
Berita

Penutupan Muhammadiyah Research School: Menata Ekosistem Riset IMM Masa Depan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah — Program Muhammadiyah Research School resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang diselenggarakan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan…
Berita

Risalah Melayu Deli: IMM Harus Jadi Suluh Peradaban

Medan, Suara ‘Aisyiyah — Di tengah pragmatisme gerakan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan Risalah…
Berita

Empower Class Diresmikan, Langkah Nyata Immawati IMM DIY Cetak Perempuan Muda Siap Mendunia

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah — Jumat (13/6/25), menjadi tonggak baru bagi gerakan perempuan muda Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *