Haedar Nashir: Amal Usaha Muhammadiyah Dikelola dengan Profesional

Berita 15 Okt 2021 0 66x
Haedar Nashir

Haedar Nashir

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Salah satu kekuatan Muhammadiyah adalah profesionalismenya dalam mengelola berbagai amal usaha yang dimiliki, baik pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Profesionalisme itu berupa nilai yang positif. “Siapapun yang berbuat adil, itu semua disebut profesional, karena melakukan suatu keahlian dengan nilai amanah,” ujar Haedar Nashir pada Jumat (15/10).

Hal itu disampaikan Haedar dalam kegiatan bertema “Membangun Sikap Profesionalisme dalam Managemen dan Pengelolaan Amal Usaha” yang ditayangkan akun YouTube @Suara Muhammadiyah TV. Menurutnya, profesional dalam makna amanah berkaitan erat dengan nilai dalam jiwa, alam pikiran, dan orientsi tindakan seseorang. Segala sesuatu yang diamanahkan kepada kita, tegas Haedar, harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

Ia mengatakan, “amanah dalam bahasa ilmu itu responsibility, yaitu pertanggungjawaban. Jadi kalau kita sudah bekerja, memperoleh kompensasi, pertanggungjawabannya adalah menunaikan pekerjaan itu sebaik-baiknya sehingga sepadan dan menghasilkan apa yang ingin diperoleh”.

Baca Juga: Muhammadiyah: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa narasi dari Kiai Ahmad Dahlan yang berbunyi “hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah” harus dimaknai sebagai nilai, semangat, dan jiwa dasar, bahwa semua orang yang ada di Muhammadiyah, bergerak di Muhammadiyah, dan berada di Amal Usaha Muhammadiyah, niatnya adalah untuk berjuang, berdakwah, dan beribadah. Nilai, semangat, dan jiwa dasar itu, menurutnya, harus terus hidup dan tidak boleh hilang.

Demikian halnya dengan semboyan yang berbunyi “sepi ing pamrih rame ing gawe”. Semboyan ini, kata Haedar, tetap relevan hingga saat ini. “Tinggal pemaknaan, artikulasi, dan perwujudannya yang lebih dinamis,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir mengimbau dan mengajak seluruh kader dan pimpinan persyarikatan yang memperoleh amanah, di manapun itu, untuk menjadikan amanah tersebut sebagai ladang amal.

Selain profesionalisme, Haedar juga menyebut bahwa eksistensi Muhammadiyah hingga kini adalah buah dari sistem organisasi yang baik dan diikat dengan semangat ukhuwah yang kokoh. “Keberhasilan kita dibangun di atas sistem organisasi kita yang baik dan diikat dengan semangat ukhuwah yang kokoh. Tentu semuanya akan menjadi kebaikan orang banyak, ketika amal usaha dan gerak persyarikatan itu selalu menebar rahmatan lil alamin,” papar Haedar.

Di akhir, Haedar berpesan agar profesionalisme yang berbasis pada sikap amanah, kejujuran, dan akhlak yang baik itu diiringi dengan kemampuan mengolah dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah agar Muhammadiyah bisa terus maju dan memberi pencerahan kepada warga persyarikatan, umat, dan bangsa. (septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *