Haedar Nashir: Memajukan Indonesia adalah DNA Muhammadiyah

Berita 28 Agu 2021 0 99x
Haedar Nashir

Haedar Nashir

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan bahwa di tengah pandemi Covid-19, umat Islam harus terus optimis dan memaksimalkan segala daya-upaya agar pandemi segera berakhir. Selain itu, yang tidak kalah penting umat Islam juga harus terus memunajatkan doa kepada Allah.

“Kita harus selalu memiliki harapan yang positif, bahwa inna ma’a al-‘usri yusran (setiap ada kesulitan, insyaAllah akan terbuka jalan kemudahan). Tetapi kita harus melaluinya dengan ikhlas, sabar, tawakkal, ikhtiar, dan tidak mengeluh, tidak saling menyalahkan, dan tidak mengumpulkan energi negatif yang membuat kita semakin tidak mempunyai imunitas di tengah pandemi ini,” jelasnya.

Pernyataan itu disampaikan Haedar dalam webinar bertema “Muhammadiyah: Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta” yang diselenggarakan pada Sabtu (28/8). Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah berencana mengadakan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta pada 2020 yang sempat tertunda karena pandemi. Dalam rencana itu, Haedar meminta agar segenap warga Muhammadiyah realistis dengan situasi yang ada saat ini.

Baca Juga: Menyongsong (Kembali) Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah Ke-48

Kepada warga Muhammadiyah, Haedar meminta permaklumannya sekiranya nanti muktamar tidak bisa diikuti oleh penggembira secara langsung. “Kita harus realistis bahwa belum tentu kita bisa menyelenggarakan secara offline, apalagi bersifat massal. Mungkin juga dengan kerendahan hati kami memandang bahwa boleh jadi juga kita belum membuka pintu untuk penggembira datang ke Surakarta,” ujar Haedar.

Meski begitu, Haedar meminta agar semangat dan kegembiraan muktamar tetap dilakukan di tempat masing-masing. Ia juga meminta agar patokan-patokan normal dalam pelaksanaan muktamar tidak digunakan, sebab saat ini sedang dalam situasi new normal.

Memajuka Indonesia, Mencerahkan Semesta

Berbicara tentang tema muktamar, Haedar mengatakan bahwa tema “Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta” yang diambil Muhammadiyah bukanlah tema yang melangit, tetapi membumi. “Ini kan tema yang bukan muluk-muluk. Ini tema yang bagus dan membumi di dalam kehidupan warga Muhammadiyah, kaum Muslimin, dan bangsa Indonesia,” paparnya.

Haedar lantas menjelaskan alasan di balik pengambilan tema tersebut. Menurutnya, pengambilan frasa “memajukan Indonesia” mempunyai tiga makna, yakni: (a) bahwa memajukan Indonesia merupakan jiwa, alam pikir, dan langkah-langkah Muhammadiyah yang berpijak pada pandangan Islam Berkemajuan; (b) bahwa dalam konteks kemajuan, Islam mengajarkan umatnya untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan; (c) bahwa orang Islam memang harus berkemajuan dengan cara berbuat yang terbaik atau melakukan amal saleh.

Menurut Haedar, dengan berdasar pada tiga hal ini, bangsa Indonesia dan umat Islam akan menjadi bangsa dan umat yang maju. Secara historis-praktis, Muhammadiyah menurut Haedar telah dan akan terus berbuat untuk memajukan bangsa. “Memajukan Indonesia itu menjadi DNA dan karakternya Muhammadiyah,” tegasnya.

Haedar juga meminta agar warga Muhammadiyah tidak memperhadapkan antara Islam dan Pancasila. Sesuai dengan keputusan muktamar ke-47 di Makassar, Muhammadiyah berpandangan bahwa NKRI adalah negara Pancasila dar al-‘ahd wa asy-syahadah yang harus disepakati bersama oleh warga Muhammadiyah. “Bahwa negara kita ini berdasar Pancasila, dan Pancasila itu sejalan-sejiwa dengan Islam. Maka harus diisi dan dibangun menjadi maju,” lanjut Haedar.

Baca Juga: Kosmopolitanisme Muhammadiyah

Selanjutnya, dalam frasa “mencerahkan semesta”, Haedar menjelaskan bahwa kehidupan di dunia tidak seterusnya cerah, sehingga Muhammadiyah perlu berperan dalam upaya-upaya pencerahan. Adapun caranya adalah: pertama, menyebarkan semangat kemanusiaan semesta sebagaimana perintah Allah dalam QS. al-Hujurat [49]: 13. Kedua, menjadi penyebar dan pembawa rahmat bagi semesta alam sebagaimana misi diutusnya Muhammad sebagai nabi.

Sebagai pungkasan, Haedar mengatakan bahwa muktamar adalam momentum yang tepat untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta. “Poin terakhir, ini jangan hanya menjadi tema muktamar saja, tapi harus menjadi jiwa, alam pikiran, dan orientasi langkah-tindakan kita sebagai anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah-‘Aisyiyah di seluruh tanah air dan mancanegara agar selalu memajukan Indonesia, mencerahkan semesta,” pungkasnya. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *