Haedar Nashir Minta Elite Politik Tidak Membuat Gaduh

Berita 28 Jun 2021 0 174x
Haedar Nashir

Haedar Nashir

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa jika pandemi Covid-19 tidak ditangani dengan seksama dan optimal, beban yang dialami rakyat akan semakin berat, lebih-lebih rakyat menengah ke bawah.

“Kehidupan rakyat semakin susah dan banyak tekanan. Ancaman jiwa oleh Covid-19 sangat besar dan mematikan. Tidak tahu persis kapan kondisi dan musibah berat ini akan berakhir. Beberapa tahun ke depan tentu merupakan hari-hari yang sulit dan berat bagi bangsa Indonesia. Kita terus ikhtiar dan munajat kepada Tuhan agar mampu keluar dari musibah yang sangat berat ini,” tutur Haedar pada Senin (28/6).

Di tengah situasi itu, Haedar meminta para elite politik untuk tidak menimbulkan kegaduhan baru, seperti menggaungkan isu presiden tiga periode. Boleh jadi, lanjut Haedar, para elite tersebut tidak merasa terdampak oleh situasi pandemi. Akan tetapi, bagi rakyat kecil, mempertahankan diri di tengah pandemi (ekonomi dan kesehatan) merupakan hal yang berat.

“Mungkin dengan memproduksi isu-isu kontroversial malah akan mendapat lebih banyak nilai-tambah bagi para elite itu. Namun bagaimana dengan tanggung jawab etik dan sosial di tengah bangsa yang tengah menghadapi musibah besar? Di sinilah kearifan para elite sangatlah diharapkan,” tegas Haedar.

Lebih lanjut, Haedar menuturkan bahwa kontroversi isu atas nama demokrasi juga harus diperhitungkan dampaknya bagi masyarakat. Boleh jadi karena sebagian warga ikut mengkonsumsi isu-isu kontroversial atas nama demokrasi itu, terbuka kemungkinan sebagian warga pun terbawa arus, yang akhirnya terlibat pro dan kontra dengan sesama warga lainnya yang berbeda pandangan.

Baca Juga: Muhammadiyah Hadir untuk Kemanusiaan Universal

“Kondisi gaduh dan kontroversi itu terlalu mahal harganya bagi kepentingan bangsa dan negara. Terjadi mobilisasi masa yang saling berbeda sikap politik secara diametral, yang pertaruhannya sangat mahal bagi keutuhan Indonesia. Akibatnya, rakyat yang sudah menderita akibat musibah pandemi makin menanggung beban berlipat oleh isu-isu kontroversial atas nama demokrasi,” jelas Haedar.

Menurut Haedar, para elite semestinya menyebarkan ilmu, narasi damai, dan kebijaksanaan kepada rakyat. “Kepada para cerdik pandai marilah sebar luaskan dan manfaatkan ilmu dan akses yang dimiliki untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan dalam kehidupan bangsa, negara, dan kemanusiaan semesta. Ilmu itu memerlukan etika dan kebijaksanaam agar menjadi suluh keadaban dan peradaban. Insya Allah bila para cerdik pandai memanfaatkan ilmu dan kearifannya untuk kemaslahatan umum serta mencegah diri dari kemudaratan, maka para pemilik ilmu akan menjadi pewaris para Nabi yang mengeluarkan umat manusia dari kegelapan pada kehidupan yang bercahaya pencerahan. Ilmunya akan membawa dirinya ke surga,” tutup Haedar. (sb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *