Haedar Nashir: Muhammadiyah Gerakan Islam yang terus Berkiprah

Berita 19 Nov 2020 0 118x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah- Muhammadiyah genap berusia 108 Tahun. “Kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan anugerah-Nya sehingga Muhammadiyah mampu bertahan dan berkembang sebagai Gerakan Islam yang terus berkiprah memajukan umat bangsa dan kemanusiaan semesta,” ungkap Haedar Nashir pada Resepsi Virtual Milad Muhammadiyah ke-108 Tahun, pada Rabu (18/11).

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua dan Wakil Ketua MRP-RI serta jajarannya, dan juga para tokoh serta para undangan,  atas ucapan selamat  milad, dan sebagai bentuk penghargaan atas kiprah Muhammadiyah. 

Walau, masih dalam suasana pandemi, sebagai kaum beriman, ungkap Haedar, pandemi ini merupakan musibah yang harus kita hadapi dengan ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh agar Allah SWT mengangkat wabah ini. 

Kendati demikian, sejak awal, Muhammadiyah lewat Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), bersama ‘Aisyiyah dan seluruh komponen gerakan telah berusaha maksimal mencari solusi, seperti dalam usaha kesehatan, sosial ekonomi, edukasi masyarakat, dan panduan keagamaan hasil ijtihad Tarjih. “Alhamdulillah kiprah Muhammadiyah memperoleh apresiasi dari berbagai pihak dan masyarakat luas. Bahkan, MCCC mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas kinerjanya dalam melawan covid19. Menjadi bukti, bahwa Muhammadiyah terus berikhtiar proaktif memecahkan masalah bangsa ,” ungkap Haedar.

Bagaimanapun, warga Muhammadiyah tetap harus semangat dalam menggerakkan organisasi, dan peran keumatan di tengah pandemi. Sehingga kegiatan daring atau online mesti digalakkan agar gerak organisasi tetap hidup. Maka, dengan memanfaatkan teknologi informasi, sebagai bagian dari solusi hadapi pandemi, dan adaptasi Muhammadiyah hidup di era revolusi 4.0.

Haedar, juga mengajak pemerintah, kekuatan politik, warga bangsa, umat Islam, dan keluarga besar Muhammadiyah untuk menebar dan mewujudkan nilai-nilai kebaikan dan ikhtiar kolektif dalam memberi solusi hadapi pandemi dan masalah negeri. 

Pertama,  pemerintah di seluruh tingkatan, bersama-sama menghadapi pandemi covid-19 dan menyelesaikan masalah-masalah negeri dengan mengedepankan sebesar-besarnya hajat hidup rakyat di atas yang lainnya. “Di antara tanggung jawab dan agenda terberat bangsa saat ini ialah merekat persatuan nasional dan memutus rantai kesenjangan sosial menuju terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”  

Kedua, segenap warga bangsa memiliki kewajiban dan tanggung jawab kolektif dalam menghadapi pandemi dan memecahkan masalah negeri dengan semangat gotong royong. Ketiga, umat Islam dituntut menjadi uswah ḥasanah disertai sikap cerdas dan bijaksana dalam menghadapi situasi keumatan dan kebangsaan yang kompleks dan sarat perbedaan. Keempat, seluruh warga Muhammadiyah dalam menghadapi pandemi dan situasi negeri mesti menjadi pemberi solusi sejalan Kepribadian dan Khittah gerakan dalam perspektif Islam Berkemajuan. 

“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, berkah, dan karunia-Nya kepada bangsa Indonesia dan bagi segenap warga Muhammadiyah tercinta,” tutup Haedar. (Gustin Juna)

Leave a Reply