Haedar Nashir: PTMA Harus Dikelola dengan Spirit Tajdid

Berita 25 Mei 2021 0 80x
Haedar Nashir

Haedar Nashir

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menghadiri kegiatan silaturahim yang diadakan oleh Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta pada Senin (25/5). Kegiatan ini bertema “Semangat Tajdid Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah dalam Mengelola Perubahan”.

Dalam sambutannya, Noordjannah menyampaikan apresiasi atas kinerja positif Unisa Yogyakarta selama bulan Ramadhan 1442 H. Ia juga berharap bahwa kinerja positif tersebut tertanam kuat dalam diri setiap dosen dan karyawan sehingga Unisa semakin berkembang pesat. “Mari kita aktualisasikan dengan membesarkan Unisa Yogyakarta ini dengan niat ibadah,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam kesempatan itu, Haedar menyerukan pentingnya spirit tajdid dalam mengelola Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Menurutnya, PTMA harus menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dan universitas kelas dunia (world class university).

Di PTMA juga perlu perlu dibangkitkan suasana tajdid. Tajdid adalah membangun kemajuan. Unisa sebagai universitas yang dimiliki oleh organisasi perempuan harus menjadi pembaharu dan terdepan. Etos tajdid harus menjadi nafas kehidupan di Unisa Yogyakarta. Tajdid juga dapat dimaknai sebagai sifat konstruksi dan rekonstruksi dalam pengembangan keilmuan,” jelas Haedar.

Baca Juga

Dawiesah dalam Sejarah Pendidikan Kesehatan ‘Aisyiyah

Untuk mengembangkan spirit tajdid tersebut, Haedar mengusulkan empat hal untuk dilakukan, yakni; (a) menyebarkan nilai kemajuan kepada semua civitas akademik; (b) membangun sistem yang berkemajuan; (c) berkolaborasi dengan pihak lain, dan; (d) mengkoneksikan spirit akademik dengan kehidupan kebangsaan.

“Unisa Yogyakarta harus menyemai semangat menjadi cendekiawan, intelektual, dan ulul albab. Ulul albab adalah akademisi yang mampu mengkoneksikan ilmunya dengan keilmuan yang lain dan bermanfaat bagi masyarakat. Nilai-nilai Islam dalam kehidupan juga perlu menjadi bagian dari semangat ulul albab. Selain itu, nilai-nilai ulul albab harus menjadi dasar dalam membangun keadilan dalam kehidupan kebangsaan,” pungkas Haedar. (sb)

Tinggalkan Balasan