Berita

Haedar Nashir Resmikan Masjid KH Sudja RS PKU Muhammadiyah Gamping

Peresmian Masjid KH Syuja RS PKU Muhammadiyah Gamping

Yogyakarta, Suara ‘AisyiyahKetua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan Masjid KH Sudja’ Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Masjid ini berlokasi di jl. Wates Km. 5,5 Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Hadir membersamai Ketua Umum PP Muhammadiyah ada Ketua BPH RS PKU Gamping Agus Taufiqurrahman, Direktur Utama PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faesol, dan beberapa tokoh Muhammadiyah lainya.

Dalam sambutannya, Ahmad Faesol menjelaskan bahwa pembangunan Masjid KH Syuja’ dimulai sejak 2017 lalu, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Haedar Nashir. Dibangun di atas lahan seluas 4852 m2 dan dengan biaya sekira 18 miliar, ia berharap masjid ini bisa menjadi masjid transit pejalan sekaligus pusat dakwah dan ibadah bagi masyarakat umum.

Menurut Faesol, Masjid KH Syuja’ adalah masjid beratap kaca pertama di DI Yogyakarta yang membuatnya menjadi masjid ikonik. “Kita berharap masjid ikonik ini bisa menjadi pusat dakwah dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” kata dia, Rabu (16/11).

Baca Juga: Drijowongso dan Gagasan tentang Rumah Miskin Muhammadiyah

Sementara itu, Agus Taufiqurrahman menegaskan bahwa nama KH Syuja’ diambil dari nama tokoh perintis PKU Muhammadiyah, yaitu KH Syuja’. “Masjid ini harus memiliki ciri khas sebagai masjid rumah sakit, karena tentunya jamaahnya berbeda dari jamaah masjid kampung maupun masjid kampus pada umumnya,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir mengatakan bahwa PKU Muhammadiyah –berikut PKU turunannya– merupakan cagar budaya perjuangan bangsa yang dibangun di atas prinsip welas asih untuk menolong semua orang. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah mempermudah akses perizinan pendirian dan/atau pembangunannya.

Selanjutnya, kata dia, Masjid KH Syuja’ ini harus dijadikan pusat pembinaan ideologi Muhammadiyah dan aktivitas keislaman lainya. “Masjid ini merupakan simbolisasi spiritualitas al-Maun dan spiritualitas Islam yang menempatkan hidup dan mati itu bermakna. Spiritualitas Islam yang dianut oleh Muhammadiyah adalah segala tahap atau proses kehidupan yang memiliki makna,” ujar Haedar. (Haidar)

Related posts
Berita

Pengabdian Masyarakat, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping Jalin Kolaborasi dengan PTMA

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka memperingati 1 Abad RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan 14 Tahun RS PKU Muhammadiyah Gamping, kedua RS…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *