Berita

Haedar Nashir Terima Silaturahim Himpunan Disabilitas Muhammadiyah

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Ketua Umum PP Muhammadiyah Bapak Haedar Nashir menerima silaturahim pimpinan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (Hidimu) di Yogyakarta, Selasa (25/1).  Disabilitas Netra Fajri Hidayatullah menyampaikan penghormatan kepada Muhammadiyah yang selama ini menjadi tempatnya mencari ilmu, bahkan ia diterima Muhammadiyah sampai lulus program magister.

Dalam kesempatan bertemu tersebut, Fajri menyampaikan, terbentuknya Himpunan Disabilitas Muhammadiyah pada 21 Juni 2021 adalah kebutuhan warga persyarikatan dalam mempromosikan hak-hak disabilitas yang berorientasi pada pemenuhan, perlindungan, dan penghormatan. Dan mereka merasakan langsung manfaat dari program pendidikan, amal usaha, rumah sakit dan sosial di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Kesan Fajri kepada Haedar Nashir, ia mempunyai komitmen yang tinggi. “Bahkan meminta kami terus meluaskan informasi kepada majelis, lembaga, ortom di semua tingkatan, agar dapat memberikan layanan yang baik. Beliau sangat menyimak apa yang Hidimu sampaikan. Dan memberi kesempatan seluas luasnya, ruang untuk bersama membangun Muhammadiyah,” ujarnya.

Ketua Difabel Care Community Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Taufik Zulfikri menyampaikan dari sisi mahasiswa, selama ini Muhammadiyah membantu dengan beasiswa, namun ia ingin beasiswa itu terus berlanjut untuk mahasiswa lainnya. Karena menurutnya banyak sekali teman disabilitas yang sebenarnya memiliki niat besar untuk menempuh perguruan tinggi, hanya masih perlu diciptakan atmosfer pendukung, beasiswa, dan mobilitas.

Riyandi Pratama selaku Kepala Divisi Wirausaha dan Tenaga Kerja Hidimu menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus menjadi contoh dengan membuka amal usaha yang menerima tenaga kerja disabilitas, yang memang belum banyak terserap di dunia kerja. Begitupun dari sisi ekonomi, ia berharap Muhammadiyah dapat membuka kesempatan itu.

Baca Juga: Islam Agama Ramah Difabel

Sementara itu, Helmy Musawa mengatakan bahwa sejak selesai menempuh pendidikan tinggi di Muhammadiyah, ia mendirikan Cafe Mata Hati. Ia menyampaikan saat ini Cafe Mata Hati memiliki 4 tenaga kerja disabilitas netra. Ia berharap suatu waktu Haedar Nashir dapat berkunjung ke sana.

Akhir silaturahim, Helmy menyerahkan karya disabilitas berupa racikan kopi dan pempek, yang disambut hangat Ketua Umum PP Muhammadiyah. Menerima buah tangan tersebut, Haedar Nashir menyampaikan sudah tidak sabar ingin menikmati produk tersebut. “Muhammadiyah juga ingin teman-teman disabilitas yang ada di Muhammadiyah berdaya,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut hadir Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, Agus Taufiqurrohman, Aggito Abimanyu, dan Sekretaris Majelis Pelayanan Sosial Ibnu Tsani. Sedangkan dari Hidimu diwakili teman-teman disabilitas netra yaitu Fajri Hidayatullah, Ketua DCC UMJ Taufik Zulfikri mahasiswa disabilitas UMJ, Sekretaris Hidimu Trio Basuki lulusan Sarjana Bahasa Inggris Indraprasta, Riyandi Pratama Magister Ilmu Hukum Unpam, Alfrida Hermawati mantan Ketua DCC UMJ yang saat ini kuliah prodi Kessos UMJ, Ayuningsih mahasiswa Pendidikan Ekonomi Unpam, Taufik Dwicahya program studi Pendidikan Kewarganegaraan Unpam, Ahmad Ruyani mahasiswa Teknologi Informatika Unpam, Rahmat mahasiswa Magister Manajemen Unpam, dan Helmy Musawa alumni mahasiswa program studi Bahasa Inggris yang juga pemilik Cafe Mata Hati, bersama 2 relawan lainnya. (Agusnaidi B/Sb)

Related posts
Berita

Ummah Dirikan Laboratorium Terapi Berteknologi Tinggi untuk Difabel

Bireuen, Suara ‘Aisyiyah – Dalam rangka mewujudkan pelayanan untuk anak-anak difabel, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (Ummah) melakukan kunjungan kerja untuk menjalin kerja…
Berita

Rentan Diskriminasi, Perempuan dan Anak Difabel Harus Mendapat Perlindungan Lebih

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Di tengah budaya patriarki yang masih kentara, perempuan dan anak difabel mengalami diskriminasi ganda. Tidak jarang mereka mengalami…
Berita

Inklusi Aisyiyah: Difabel Harus Diberi Kesempatan dan Diberdayakan

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Program Inklusi ‘Aisyiyah menggelar Diskusi Penguatan GEDSI pada Rabu (6/7) secara hybrid. Diskusi bertajuk “Lensa GEDSI dalam Pengelolaan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.