Haedar Nashir: Umat Islam Harus Menjadi Aktor Pembangun Peradaban

Berita 10 Mei 2021 1 57x

Haedar Nashir2

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Dalam Konferensi Pers PP Muhammadiyah yang diselenggarakan pada Senin (10/5) di Kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Ditiro, No. 23, Yogyakarta, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menghimbau dan mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa waktu dalam bulan Ramadhan 1442 H ini untuk beribadah sebaik-baiknya atau dengan khusyuk, sehingga dapat mengakhiri Ramadhan tahun ini dengan buah takwa sebagaimana tujuan puasa.

Dari 7 (tujuh) Tuntunan Idul Fitri 1442 H dalam Situasi Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan lebih seksama. Pertama, Muhammadiyah berharap bahwa puasa dan Idul Fitri dapat dijadikan momentum untuk menampilkan praktik keislaman atau keberagamaan yang bajik dan baik.

Haedar menjelaskan bahwa umat Islam akan menjadi umat terbaik jika laku kehidupannya sehari-hari dijalankan dengan menebar nilai-nilai kebaikan, ukhuwah, keutamaan, dan nilai moralitas. Begitupun sebaliknya, yakni menghindari nilai negatif, kebencian, hoaks, saling hujat, dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai kebaikan. “Umat Islam harus menjadi umat terdepan yang menampilkan perilaku keagamaan yang akhlakul karimah di ruang publik,” ujarnya.

Kedua, di tengah situasi pandemi Covid-19, Muhammadiyah menghimbau kepada segenap umat beragama dan warga bangsa untuk mengoptimalkan ikhtiar, selain tetap harus berdoa dan bertawakkal. Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan adalah dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

Haedar juga mengingatkan untuk tetap bersikap disiplin dan waspada, yang menurutnya merupakan bentuk aktualisasi ketakwaan. “Jangan lemah, abai, atau malah bersikap paranoid terhadap Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga

Azyumardi Azra: Tiga Agenda Aktualisasi Muhammadiyah di Era Perubahan

Ketiga, dalam konteks kebangsaan, Muhammadiyah mengajak warga bangsa, lebih-lebih elit bangsa untuk melakukan gerakan kolektif keteladanan dalam berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah, lanjut Haedar, percaya bahwa nilai-nilai luhur dan konsep-konsep normatif, termasuk di dalamnya adalah Pancasila, adalah nilai yang bersifat positif. Yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana mewujudkan nilai-nilai itu di dalam kehidupan sehari-hari, yakni dalam sektor publik, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut, Haedar berharap bahwa para elit bangsa dapat memberi contoh dalam menciptakan good governance, misalnya dengan tidak menimbulkan polemik demi hal-hal yang bersifat populis. “Kata sejalan dengan tindakan,” demikian ajakan Haedar untuk bersama-sama melakukan introspeksi diri menjelang Idul Fitri.

Di luar konteks tuntunan Idul Fitri 1442 H, Haedar menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus maju, menjadi contoh, dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. “Puasa dan Idul Fitri harusnya menyadarkan umat Islam untuk berjuang dan menjadi aktor pembangun peradaban,” tegasnya. (sb)

One thought on “Haedar Nashir: Umat Islam Harus Menjadi Aktor Pembangun Peradaban”

Tinggalkan Balasan