Haedar Nashir: Universitas SiberMu adalah Langkah Muhammadiyah Mengisi Ruang di Era Revolusi 4.0

Berita 6 Okt 2021 2 74x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Rabu (6/10), Surat Keputusan Mendikbudristek tentang  Izin Pendirian Universitas Siber Muhammadiyah telah diserahkan kepada PP Muhammadiyah. Penandatanganan dan penyerahan SK itu dilakukan di Gedung PP Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro, Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang telah bekerja keras di dalam proses pendirian Universitas SiberMu ini. “Proses ini diikuti sesuai dengan tradisi dan cara berpikir Muhammadiyah yang selalu menempuh prosedur yang resmi, legal, obyektif, dan mengikuti sistem,” ujar Haedar.

Selama ini, menurutnya, Muhammadiyah tidak terbiasa dengan hal-hal yang sifatnya instan, apalagi yang menerabas legalitas dan sistem. Proses yang sesuai alur prosedural ini, tuturnya, juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dan bangsa Indonesia bahwa Indonesia akan tegak dan baik jika mempunyai tradisi yang obyektif dan profesional.

Baca Juga: Universitas Siber Muhammadiyah, Akses Pendidikan bagi Generasi Baru

Berdirinya Universitas SiberMu ini, kata Haedar, menegaskan dua hal. Pertama, Universitas SiberMu sebagai terobosan baru sekaligus langkah Muhammadiyah mengisi ruang di era revolusi 4.0. Ia menegaskan, Universitas SiberMu ini adalah bagian integral dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA), yang akan dikelola dengan cara yang sehat, dengan sistem yang baik, profesional, sehingga dapat menjadi universitas yang berkualitas.

Lebih lanjut, Haedar berpesan agar Universitas SiberMu ini dikelola dengan sehebat-hebatnya dan dengan cara yang modern. “Untuk menunjukkan dan membuktikan bahwa Muhammadiyah selalu berada di depan dalam mewujudkan pranata-pranata modern yang bermutu dan berkualitas. Itulah berkemajuan,” tegasnya.

Universitas Siber MuhammadiyahKedua, Universitas SiberMu sekaligus menjadi momen bagi masyarakat untuk melakukan reorientasi terhadap istilah atau konsep maya yang sebelumnya bermakna “seolah ada”, menjadi “nyata” atau “benar-benar ada”. Haedar menjelaskan, dengan Universitas SiberMu, Muhammadiyah berkepentingan mengajak masyarakat untuk mempunyai alam pikir yang holistik.

“Dengan SiberMu, Muhammadiyah berkepentingan untuk menghadirkan bahwa realitas baru dunia maya adalah sama nyatanya dengan dunia fisik. Ini pesan dari menghadirkan SiberMu. Bahwa sesuatu yang awalnya kita sebut maya, menjadi nyata. Kita kelola dengan baik (Universitas SiberMu, -ed) agar tidak terjebak pada alam pikiran yang suprasturktur, di mana dunia maya membuat kita terperangkap, tetapi kita mengelola untuk kepentingan masa depan umat manusia,” ujar Haedar.

Haedar juga mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk terus menjaga kewarasan, obyektifitas, dan spirit keadilan dengan cara selalu menyuarakan dan mempraktikkan pesan moderat dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama. Kalaupun di tengah kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama itu ada kebengkokan, ujar Haedar, cara paling efektif untuk meluruskannya adalah dimulai dari pendidikan.

“Bangsa Indonesia maju dan meluruskan hal-hal yang bengkok itu harus dimulai dari pendidikan. Dan Muhammadiyah insyaAllah concern di situ… Mudah-mudahan SiberMu menjadi tonggak bagi Muhammadiyah dan bangsa Indonesia mengisi revolusi 4.0 dengan langkah yang strategis dan nyata,” pungkas Haedar. (sb)

2 thoughts on “Haedar Nashir: Universitas SiberMu adalah Langkah Muhammadiyah Mengisi Ruang di Era Revolusi 4.0”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *