Tuntunan Ibadah Ramadhan: Hal-Hal yang Dapat Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan

Keagamaan Konsultasi 13 Apr 2021 0 181x
Tuntunan Ibadah Ramadhan Muhammadiyah-'Aisyiyah

Tuntunan Ibadah Ramadhan Muhammadiyah-‘Aisyiyah

Pertanyaan:

Apa saja yang dapat membatalkan puasa di bulan Ramadhan?

Jawaban:

Pertama, orang yang makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadhan puasanya batal, dan wajib mengganti di luar bulan Ramadhan. Allah swt. berfirman:

وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من الخيط الأسود من الفجر (البقرة: 187).

Artinya, “dan makan minumlah hingga terang bagimu benang merah dari benang hitam, yaitu fajar…” (QS. al-Baqarah [2]: 187).

Adapun orang yang makan atau minum di siang hari pada bulan Ramadhan karena lupa, maka tidak batal puasanya, dan ia harus meneruskan puasanya tanpa adanya sanksi apapun. Dalam suatu hadits disebutkan:

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من نسي وهو صائم فأَكل أو شرب فلْيُتِمَّ صومه فإِنما أطعمهُ الله وسقاه (رواه الجماعه)

Artinya, ”dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa lupa sedang ia berpuasa, lalu makan dan minum, maka sempurnakanlah puasanya, karena sesungguhnya Allahlah yang memberi makan dan minum itu kepadanya” (HR. al-Jama’ah).

Kedua, senggama suami-istri di siang hari pada bulan Ramadhan; puasanya batal, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan, dan wajib membayar kifarah berupa: (a) memerdekakan seorang budak, (b) kalau tidak mampu harus berpuasa 2 (dua) bulan berturut-turut,  (c) kalau tidak mampu harus memberi makan 60 orang miskin, setiap orang 1 mud makanan pokok. Dalam suatu hadits disebutkan sebagai berikut:

عن أبى هريرة رضي الله عنه، قال: بينما نحن جلوس عند النبي صلى الله عليه وسلم، إذ جاءه رجل فقال: يا رسول الله هلكت. قال: ما لك؟ قال: وقعت على امرأتي وأنا صائم، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: هل تجد رقبة تعتقها قال لا قال فهل تستطيع أن تصوم شهرين متتابعين قال لا فقال فهل تجد إطعام ستين مسكينا قال لا قال فمكث النبي صلى الله عليه وسلم فبينا نحن على ذلك أتي النبي صلى الله عليه وسلم بعرق فيها تمر والعرق المكتل قال أين السائل فقال أنا قال خذها فتصدق به فقال الرجل أعلى أفقر مني يا رسول الله فوالله ما بين لابتيها يريد الحرتين أهل بيت أفقر من أهل بيتي، فضحك النبي صلى الله عليه وسلم حتى بدت أنيابه، ثم قال: أطعمه أهلك (رواه البخارى)

Artinya, “dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: ketika kami sedang duduk di hadapan Nabi saw. tiba-tiba datanglah seorang laki-laki, lalu berkata: hai Rasulullah, celakalah aku. Beliau berkata: apa yang menimpamu? Ia berkata: aku menggauli istriku di bulan Ramadhan sedang aku berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw.: apakah engkau dapat menemukan budak yang engkau merdekakan? Ia menjawab: tidak. Nabi bersabda: mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: tidak. Nabi bersabda: mampukah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: tidak. Abu hurairah berkata: orang itu berdiam di hadapan Nabi saw. Ketika kami dalam situasi yang demikian, ada seseorang yang memberikan sekeranjang kurma (keranjang adalah takaran), Nabi saw. bertanya: di mana orang yang bertanya tadi? Orang itu menyahut: aku (di sini). Maka bersabdalah beliau: ambillah ini dan sedekahkanlah. Ia berkata: apakah aku sedekahkan kepada orang yang lebih miskin daripada aku, hai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di antara kedua benteng-kedua bukit hitam kota Madinah ini keluarga yang lebih miskin daripada keluargaku. Maka tertawalah Rasulullah saw. hingga nampak gigi taringnya, kemudian bersabda: berikanlah makanan itu kepada keluargamu” (HR. al-Bukhari).

Ketiga, perempuan yang haidh dan nifas. Dalam suatu hadits disebutkan:

عن عائشة كان يصيبنا ذلك فنؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة (رواه مسلم)

Artinya, “Aisyiyah r.a. berkata: kami pernah kedatangan hal itu (haidh), maka kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha salat” (HR. Muslim).

Sumber: Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadhan PP Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *