Harga Cabai Melambung Tinggi, Ini yang Dirasakan Petani

Berita 8 Mar 2021 0 125x
Harga cabai di pasar melonjak naik

Harga cabai di pasar melonjak naik

Magelang, Suara ‘Aisyiyah – Beberapa waktu terakhir, harga cabai di beberapa daerah di Indonesia melonjak naik. Kelangkaan pasokan yang diakibatkan kondisi cuaca yang tidak mendukung mengingat curah hujan yang tinggi menjadi salah satu sebab utamanya.

Elina, seorang petani cabai dari Dusun Windusari, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang menjelaskan kendala yang dialami para petani cabai ketika musim hujan. Menurutnya, selain mengalami kendala ketika proses penanaman, petani cabai juga dihadapkan pada banyaknya batang pohon cabai yang layu dan busuk.

Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada jumlah cabai yang layak dipanen. Dengan luas tanah sekitar 1000 meter persegi, Elina menjelaskan bahwa normalnya ia bisa memanen sampai 75-80 kg sekali panen. Jumlah tersebut menurun drastis di musim hujan ini, yakni hanya pada kisaran 25-30 kg.

Dari proses penanaman sampai usia siap panen, cabai membutuhkan waktu sekitar 5 (lima) bulan. Ketika tanaman cabai sudah berumur produktif, normalnya petani bisa memanen 20-30 kali panenan. Biasanya petani cabai memanen tiap 4 (empat) hari sekali. Namun, menurut Elina, di masa penghujan ini bisa panen 10 kali saja sudah bersyukur. “Dapat sedikit tapi harganya mahal. Jadi tetap dapat keuntungan,” jelasnya.

Harga pasar yang tidak dapat diprediksi memang membikin pusing para petani cabai. Ketika jumlah panen tinggi, harga di pasar turun, bahkan tidak jarang berada di bawah harga normal. Akan tetapi ketika harga pasar naik, jumlah panenan mengalami penurunan.

Apa yang dialami Elina dan para petani cabai lainnya menunjukkan bahwa mahalnya harga cabai di pasaran tidak serta merta dinikmati oleh para petani. “Padahal dari petani juga ada kendala,” pungkasnya ketika dihubungi SA via daring pada Senin (8/3). (SB)

Tinggalkan Balasan