Harta Bisa Menjadi Nikmat, Bisa Juga Menjadi Fitnah

Berita 2 Okt 2021 0 62x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah  Sabtu (2/10), channel YouTube @Studio SA14 PDM Kota Yogyakarta mengadakan live streaming dengan mengusung tema “Keajaiban Sedekah di Saat Lapang dan Sempit” dengan menghadirkan Fuad Zein (Ketua Bidang Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah) sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Fuad menjelaskan bahwa sedekah itu berkaitan dengan harta yang kita miliki, terlepas dari banyak atau sedikitnya harta. Harta merupakan sesuatu yang harus diupayakan, dipelihara, dan harus digunakan dengan tujuan memiliki derajat yang tinggi dan sebagai bentuk patuh pada perintah Allah swt.

Baca Juga: Pengajian: Wadah Gerakan Ilmu ‘Aisyiyah

Fuad juga menyampaikan sebuah hadits yang diriwayatkan at-Tirmidzi. Dalam hadits itu disebutkan, ada lima pertanyaan yang disampaikan kepada manusia ketika di alam barzkh, yaitu: pertama, tentang usia. Kita gunakan untuk apa usia kita selama hidup? Kedua, tentang masa muda. Apa yang telah kita lakukan dimasa muda kita? Ketiga dan keempat tentang harta yang kita miliki. Dari mana harta itu kita peroleh dan kemana harta itu kita belanjakan? Kelima, tentang ilmu. Apa yang kita perbuat, apa yang kita kerjaan, dan apa yang kita ketahui dari semua itu?

Seringkali, kata Fuad, orang lupa kepada Allah swt. karena kecintaannya kepada harta yang berlebihan. Maka dari itu, seorang perlu berhati-hati terhadap harta yang dimiliki, mengingat pertanggungjawaban dari harta tersebut yang begitu berat. “Harta bisa menjadi nikmat, bisa menjadi fitnah,” ujar Fuad.

Fuad menambahkan, dalam harta yang kita miliki terdapat kewajiban yang harus dikeluarkan, karena dalam harta tersebut ada yang menjadi hak bagi orang-orang miskin. Dalam sebuah hadits juga disebut bahwa harta yang kita miliki tidak akan berkurang ketika disedekahkan, tetapi akan berkurang jika digunakan untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan perintah Allah swt.

Mengutip Q.S. ali-Imran [3]: 133-134, Fuad setiap orang beriman dianjurkan untuk berinfak, baik ketika sedang memiliki harta lebih ataupun ketika sedang susah. Karena sesungguhnya, lanjutnya, bersedekah dapat membuat rizki yang sedikit menjadi barokah. “Dalam arti membuat yang sedikit menjadi cukup, dan yang sempit menjadi lapang,” ujar Fuad. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *