Hening Parlan: Umat Islam Harus Memainkan Peran Menjaga Lingkungan

Berita 15 Nov 2021 1 44x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jika belajar pada lingkungan, hal yang perlu diubah adalah tengang attitude, tentang way of life atau cara hidup, dan perubahan cara pandang.

Pernyatan itu disampaikan oleh Ketua Divisi Lingkungan Hidup Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Hening Parlan dalam acara “Silaturahim Ustadz dan Ustadzah Lingkungan” yang dilakukan secara daring via Zoom, Jumat (12/11).

“Semua itu akan sulit jika dilakukan oleh orang biasa-biasa saja, tanpa persiapan dan tanpa pengetahuan. Oleh karena itu, ustadz dan ustadzah di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kita ajak. Merekalah yang akan membangun kesadaran lingkungan, terutama di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dan masyarakat pada umumnya,” kata Hening.

Ada tiga kegiatan inti kata Hening. Pertama, peningkatan kesadaran; kedua, pola asuh pohon dan sayur; ketiga, kontribusi kepada ustadz dan ustadzah lingkungan hidup dan pengurangan risiko bencana.

Bila tidak sampai pada risiko bencana, menurut dia, pengurangan risiko bencana dapat dijadikan kegiatan sendiri. “Karena ini mempunyai dampak yang luas. Kita akan bicarakan dampaknya kalau dari sisi lingkungan”.

Baca Juga: Perempuan dan Lingkungan Hidup

Menyinggung keterkaitan antara Islam dan lingkungan hidup, Hening menuturkan, Islam adalah agama yang memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan. Ada banyak ayat dan hadits yang berbicara soal lingkungan hidup. Oleh karenanya, umat Islam harus memainkan peran menjaga lingkungan.

“Sangat disayangkan, Indonesia yang di atas 80% penduduknya beragama Islam tetapi kerusakan lingkungan di Indonesia sangat besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta ustadz dan ustadzah lingkungan hidup menjalankan perannya dengan baik dalam mengedukasi masyarakat tentang dampak dari kerusakan lingkungan. Kepada para ustadz dan ustadzah lingkungan hidup, Hening juga menuturkan bahwa yang dilakukan mereka bukan cara kerja yang sektoral bersifat ego sentris tetapi, universal.

Dia juga meminta kerja sama dengan lembaga atau majelis lain baik di ‘Aisyiyah maupun Muhammadiyah. “Ustadz dan ustadzah atau apapun namanya tidak bekerja satu pihak saja. Tidak hanya oleh ‘Aisyiyah, carilah pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama,” tutupnya.

Lilik Muyasaroh, Ketua LLHPB Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Tuban mengaku terkesan dengan materi yang dipaparkan oleh Hening Parlan. Menurut dia, yang disampaikan sangat menarik,  padat, dan jelas. “Yang disampaikan Ibu Hening membangkitkan semangat kita untuk menjaga dan memelihara lingkungan. Saya nge-fans sama beliau,” ucap Lilik. (Iwan Abdul Gani/sb)

One thought on “Hening Parlan: Umat Islam Harus Memainkan Peran Menjaga Lingkungan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *