Parenting

Hindari Hal Ini Jika Ingin Jadi Orang Tua Hebat

parenting
parenting

parenting (foto: pixabay)

Menjadi idola bagi anak sendiri merupakan impian semua orang tua. Tidak semua orang tua bisa mendidik anaknya dengan sukses. Mendidik anak butuh kesabaran ekstra, itulah mengapa menjadi orang tua itu tidak mudah. Jadi, apa saja yang perlu dihindari oleh orang tua agar buah hati bisa dekat dengan orang tua?

Dilansir dari akun Instagram @parentalk.id, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan jika tidak ingin jauh dari anak. Pertama, suka berbohong kepada anak. Beberapa orang tua seringkali membohongi anak jika si anak ngotot permintaannya harus dipenuhi. Walhasil, saat si anak mulai beranjak besar, dia pun sering membohongi orang tuanya.

Orang tua jangan suka membohongi anak jika tidak ingin nantinya dibohongi anak juga. Seperti dilansir dari halodoc.com, para peneliti di Singapura menemukan bahwa partisipan studi yang sering dibohongi saat masih anak-anak lebih mungkin untuk berbohong pada orang tuanya saat mereka sudah dewasa.

Kedua, sering membandingkan anak. Menjadi orang tua adalah menjadi versi terbaik menurut masing-masing. Lalu jika ada orang tua yang suka membandingkan anaknya dengan anak tetangga misal, apakah itu sesuatu yang baik? Sebaiknya hindari perilaku membandingkan anak dengan yang lain, karena akan menurunkan tingkat percaya diri si anak. Ketika sudah dewasa, ia akan merasa belum bisa memuaskan permintaan orang tua dan lebih sering overthinking.

Ketiga, sibuk dengan gawai atau urusan pribadi tanpa menghiraukan anak. Masa remaja/puber adalah masa ketika anak sering curhat dan ingin banyak bercerita dengan orang tuanya, terutama ibu. Dalam al-Quran disebutkan bahwa ketika anak sudah beranjak dewasa, maka dekati ia dan jadikan sebagai teman.

Baca Juga: Mengolah Stres Pada Anak

Keempat, meremehkan cerita anak. Terkadang orang tua merasa letih dengan rutinitasnya, sehingga tidak punya waktu untuk mendengarkan cerita anak yang ngalor-ngidul atau tidak penting. Hal ini berdampak buruk bagi anak. Dia menjadi merasa tidak dihargai, tidak suka berpendapat, dan tidak kritis.

Kelima, tidak peduli dengan hal yang disukai anak. Saat orang tua tahu banyak hal kesukaan si anak, maka ini akan membangun kepercayaan anak kepada orang tua. Keenam, jarang memberikan nasehat kepada anak. Anak harus selalu dibimbing walaupun ia sudah dewasa. Bimbingan itulah yang akan menumbuhkan keleketan orang tua dan anak. Meski begitu, harus tetap diingat bahwa jangan terlalu sering mengkritik anak.

Ketujuh, memberikan reaksi berlebih ketika anak melakukan kesalahan. Biasanya reaksi yang ditunjukkan orang tua ketika anak melakukan kesalahan adalah marah. Anak melakukan kesalahan adalah hal yang lumrah, karena ia belum pernah merasakan kehidupan seperti orang dewasa. Jadi wajar saja ketika ia melakukan kesalahan.

Dilansir dari alodokter.com bahwa ada beberapa dampak ketika anak sering dimarahi: anak menjadi penakut dan tidak percaya diri, perkembangan otak anak tergangu, menjadi sosok pemarah di kemudian hari, dan yang paling parah adalah depresi dan gangguan mental. Tentu para orang tua tidak menginginkan hal ini terjadi, karenanya kontrol emosi orang tua ketika anak melakukan kesalahan dan tidak perlu bereaksi berlebihan.

Kedelapan, tidak ada waktu untuk family time. Family time dibutuhkan orang tua dan anak. Ketika orang tua sibuk kerja dan anak kekurangan waktu untuk bercengkerama dengan orang tuanya, maka akan terjadi miskomunikasi. Masing-masing orang tua dan anak butuh ruang untuk saling memulihkan tenaga dan berbagi cerita masing-masing.

Family time tidak harus pergi keluar rumah, cukup duduk di depan televisi sambil bercerita tentang kegiatan masing-masing. Kegiatan ini cukup untuk memulihkan pikiran dan menjauhkan dari negative vibes.

Menghindari delapan hal di atas mungkin bisa membantu para orang tua menjadi orang tua yang baik dan hebat, karena tidak ada orang tua yang ideal. Menjadi orang tua juga adalah proses belajar: belajar mengendalikan emosi dan tidak menghakimi anak.

Oleh: Sri Maharani (mahasiswa magang Suara ‘Aisyiyah)

Related posts
Kalam

Mendidik Fitrah Iman Anak

Oleh: Muksal Mina Putra* Allah subhanahu wata’ala telah menegaskan bahwa Dia tidaklah menciptakan sesuatu dalam kesia-siaan. Segala sesuatu yang diciptakan-Nya tentulah memiliki…
Berita

TK Aisyiyah 27 Kota Depok Gelar Seminar Parenting

Depok, Suara ‘Aisyiyah – Jelang akhir tahun ajaran 2021/2022 tidak menyurutkan TK Aisyiyah 27 Kota Depok untuk memberikan pembekalan ilmu terkini kepada…
Berita

Komite Paguyuban SD MuhlaS Gelar Seminar Parenting Sepuluh Langkah Agar Anak Sukses

Surabaya, Suara ‘Aisyiyah – Komite bersama Paguyuban SD Muhammadiyah 11 Surabaya (MuhlaS) menggelar Seminar Parenting dengan mengambil tema “Mendidik Anak Usia Pra…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *