Hutan Pers : Kepedulian Insan Pers terhadap Pelestarian Lingkungan

Berita 31 Aug 2020 0 49x

Menjaga kelestarian alam menjadi tanggung jawab manusia di bumi. Alam tidak dilarang untuk dimanfaatkan oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Namun, memanfaatkan tanpa perhitungan juga berakibat fatal karena menyebabkan kerusakan ekosistem dan berujung pada banjir, longsor, dan bencana lainnya.  

Menghijaukan kembali Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat umum. Kepedulian untuk membantu pemerintah menghijaukan kembali lingkungan yang telah kritis, juga dilakukan oleh wartawan dan semua komponen dalam perusahaan pers. Misalnya, bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 yang dipusatkan di Kalimantan Selatan (Kalsel), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta pemda setempat, merealisasikan progam yang disebut Hutan Pers yang terletak di area kawasan Taman Spesies Endemik, tepatnya di bundaran perkantoran Sekda Provinsi Kalsel. Program Hutan Pers merupakan rangkaian agenda hijau HPN. 

Pencanangan Hutan Pers dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 8 Februari 2020 lalu, dengan penanaman pohon mersawa (Anisoptera Marginata Korth) yang tingginya dapat mencapai 50-an meter dan berusia hingga ratusan tahun. Selama ini, mersawa digunakan sebagai bahan baku pembuatan rumah atau kapal. Pada kesempatan ini, presiden juga menandatangani prasasti Taman Hujan Tropis Dunia. Turut hadir dalam peresmian Hutan Pers ini adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya; Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Mahfud MD; Menteri Komunikasi dan Informasi, Jonny Gerald Plate; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; dan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Saat itu, pengurus PWI provinsi dan kabupaten membawa berbagai macam pohon endemik dari berbagai daerah untuk ditanam di kawasan dengan areal kurang lebih 5 hektare ini. Rencananya, akan ada 85 tanaman endemik dari seluruh Indonesia antara lain uling, tengkawang, matoa, kepel, mortulu, dan lain-lain. Di lokasi ini, juga ditanami 7.500 pohon sengon. 

Salah satu agenda lain yang dicanangkan pemerintah adalah upaya rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) melalui Kebun Bibit Desa (KBD). Provinsi Kalsel terdapat 83 unit yang tersebar di 10 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di 9 Kabupaten. Jumlah bibit dari 83 KBD di Provinsi Kalimantan Selatan adalah 3.345.900 batang, yang nantinya akan dita-nam oleh kelompok masyarakat tersebut. Masing-masing KBD dapat memproduksi sebanyak 40.000 bibit yang terdiri dari sengon, karet, jengkol, durian, petai, kopi, dan sebagainya. 

Keberadaan Kebun Bibit Desa adalah kebijakan pemerintah merehabilitasi lahan kritis dengan melibatkan masyarakat desa. Selain di Kalsel, KLHK sudah merealisasikan program KBD di beberapa wilayah. (Susi)

Baca selengkapnya di Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 4 April 2020

Sumber Ilustrasi : Cosmin Petrisor

Leave a Reply