Ibu Rumah Tangga Rentan Alami Stres, Cegah Sebelum Terlambat

Gaya Hidup 13 Jul 2021 0 77x
Ibu Rumah Tangga

Ibu Rumah Tangga

Banyak masyarakat yang berpikir bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan tugas yang mudah dan menyenangkan karena bisa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah tanpa diburu oleh waktu. Pekerjaan rumah tangga sering dinilai sebagai pekerjaan yang umum dan semua orang bisa mengerjakannya. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sebenarnya pekerjaan rumah tangga bisa membuat seorang ibu menjadi tertekan dan mengakibatkan stres.

Stres yang terjadi pada ibu rumah tangga merupakan respons yang dikeluarkan oleh tubuh terhadap aktivitas dan peristiwa yang dialaminya sehari-hari. Mengutip halodoc.com, menurut Melinda, seorang profesor konseling kesehatan mental klinis di Argosy University, Atlanta, perasaan terisolasi, kehilangan tujuan dan identitas, serta kurangnya interaksi sosial karena terlalu banyak menghabiskan waktu di rumah adalah pemicu depresi pada ibu rumah tangga.

Di sisi lain, stres bisa memberi dampak yang buruk bagi kesehatan fisik dan jiwa. Dan bila tingkat stres sudah parah, stres akan sangat sulit diatasi. Mengurus seluruh keperluan dan situasi dalam rumah tangga bukan suatu hal yang mudah, butuh adanya kekompakan dalam mengatur segala sesuatunya secara bersama-sama. Dalam rumah tangga sendiri, seorang istri atau ibu rumah tangga memiliki tanggung jawab besar dalam mengurus keluarganya.

Mengutip hellosehat.com, tanggung jawab ini terkadang membuatnya tertekan hingga bisa mengalami stres. Berikut beragam alasan mengapa ibu rumah tangga rentan mengalami stres.

Baca Juga: Stres Parenting saat Pandemi COVID-19

Pertama, melakukan pekerjaan fisik secara terus menerus. Pekerjaan rumah tangga, seperti membersihkan rumah, memasak, belanja, mengurus suami, dan mengurus anak, termasuk ke dalam kegiatan atau pekerjaan fisik. Pekerjaan-pekerjaan ini pun kerap dilakukan bersamaan, seperti belanja sambil mengasuh anak atau memasak sambil menggendong anak.

Kedua, memiliki sedikit waktu untuk dirinya sendiri. Dengan pekerjaan yang harus dilakukan secara terus-menerus, ibu rumah tangga sulit memiliki waktu luang untuk dirinya hingga menimbulkan stres. Seluruh waktunya dilakukan untuk anak dan keluarga sehingga terkadang ia lupa untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Cherilynn Veland, seorang psikoterapi dari Chicago, US, mengatakan jika seseorang tidak meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, seperti bersantai, beristirahat, atau menyegarkan diri, maka hal-hal buruk bisa terjadi pada dirinya, seperti stres.

Ketiga, mengerjakan aktivitas mental dan pemikiran yang terus menerus. Jika ada yang berpikir ibu rumah tangga hanya mengerjakan pekerjaan fisik, itu salah besar. Seorang ibu rumah tangga juga perlu berpikir dalam melaksanakan pekerjaannya, seperti menghitung pengeluaran dan pemasukan rumah tangga, mengatasi masalah yang dialami anak, atau memikirkan menu masakan anak dan keluarga setiap harinya. Hal-hal tersebut pun bisa semakin buruk bila memiliki masalah finansial dalam keluarga.

Keempat, menganggap tidak mendapat pengakuan di masyarakat. Saat ini, sudah banyak perempuan yang bekerja di luar rumah sebagai pekerja kantoran, meski sudah menikah dan memiliki anak atau yang sering disebut working mom. Dengan adanya kondisi tersebut, banyak perempuan yang salah paham. Ia berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga tidak akan diakui di masyarakat. Pemikiran seperti itu akhirnya bisa menyebabkan seorang ibu rumah tangga stres. Ia pun merasa kesepian karena berpikir dirinya terisolasi di rumah.

Kelima, mendapatkan penghakiman yang berlebihan. Seorang ibu rumah tangga bertanggung jawab pada setiap urusan keluarganya. Dengan pemikiran ini, apa yang dipakai anak dan bagaimana anak bertindak akan dinilai sebagai tanggung jawab ibunya.

Baca Juga: Koping Relijius: Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Tanggung jawab seorang ibu rumah tangga sehari-hari saja sudah sangat berat dan bisa membuatnya stres. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi saat ini yang semua-muanya dikerjakan dari rumah secara online.

Mengutip klikdokter.com, psikolog Ikhsan Bella Persada menjelaskan, stres yang dialami para ibu rumah tangga bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya mengenai perubahan yang harus mereka hadapi saat pandemi. Antara lain: pertama, bertanggung jawab selama anak sekolah daring; kedua, kondisi ekonomi yang terdampak pandemi.

Ikhsan mengatakan, setidaknya ada dua cara sederhana yang dapat ibu rumah tangga lakukan untuk mengatasi stres, yakni self care dan melakukan pembagian tugas di rumah.

Untuk meminimalisir terjadinya stres yang dialami ibu rumah tangga, perlu ada pembagian tugas antara ibu, bapak, dan anak dalam setiap kegiatan atau pekerjaan rumah tangga. Tujuannya agar sang ibu tidak merasa terlalu terbebani dengan tanggung jawab dalam rumah tangga yang bisa mengakibatkannya stres. (Fathia*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

Tinggalkan Balasan