IDAI Keluarkan Surat Rekomendasi Vaksinasi Anak

Gaya Hidup Info Sehat 8 Jul 2021 0 71x
Vaksinasi Anak

Vaksinasi Anak

Sebagai upaya menumbuhkan kekebalan kelompok (herd immunity), pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus menggencarkan program vaksinasi. Sejak pertama kali dilakukan pada 13 Januari 2021, per-tanggal 7 Juli 2021 total ada 34.249.444 warga Indonesia yang sudah melakukan vaksinasi tahap pertama, dan 14.516.938 warga yang sudah melakukan vaksinasi tahap kedua.

Secara lebih rinci, data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka berikut: tenaga kesehatan 1.566.025 (106.62%) vaksinasi tahap pertama dan 1.423.518 (96.92%) vaksinasi tahap kedua; lansia 4.963.358 (23.03%) vaksinasi tahap pertama dan 2.933.529 (13.61%) vaksinasi tahap kedua; petugas publik 18.088.432 (104.39%) vaksinasi tahap pertama dan 8.511.174 (49.12%) vaksinasi tahap kedua. Jumlah tersebut masih belum mencapai total sasaran vaksinasi yang ditetapkan, yakni 40.349.051.

Saat ini, vaksinasi sudah dapat dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, tidak terbatas pada nakes, lansia, dan petugas publik. Akan tetapi, ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak diperbolehkan/dianjurkan untuk melakukan vaksinasi karena beberapa hal, seperti kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dan anjuran dari petugas kesehatan. Khusus  untuk anak di bawah umur terdapat aturan tersendiri agar dapat melakukan vaksinasi.

Pada 28/6/2021, Presiden Joko Widodo mengemukakan bahwa BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak umur 12-17 tahun. Oleh karena telah mendapat izin dan dinilai aman, maka vaksinasi pada anak bisa dilakukan.

Baca Juga: Rekomendasi POGI Memperbolehkan Vaksinasi Pada Ibu Hamil dan Menyusui

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan Surat Rekomendasi mengenai pemberian vaksin Covid-19 pada anak dan remaja. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa rekomendasi tersebut bersifat dinamis, artinya bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bukti ilmiah terbaru.

Perbedaan Sistem Kekeban Tubuh

Sistem kekebalan tubuh anak tidak sekuat orang dewasa. Hal ini membuat anak rentan tertular Covid-19, baik dari orang terdekat sampai lingkungan bermain si anak. Situasi tersebut mendapat perhatian dari tim kesehatan, sehingga proses vaksinasi pada anak harus segera dilakukan.

Oleh karena itu, IDAI melakukan beberapa rekomendasi, di antaranya ialah: Pertama, vaksinasi pada anak dapat dilakukan percepatan dengan menggunakan vaksin Covid-19 inactivated buatan Sinovac. Vaksin jenis ini sudah diuji klinis pada tahap 1 dan 2 dengan hasil aman dan serokonversi tinggi.

Kedua, walaupun dianjurkan, namun sebelum melakukan vaksin pada anak dan remaja, ada beberapa hal yang harus dijadikan pertimbangan, seperti jumlah subjek klinis yang memadai, tingginya mobilitas, dan mampu menyatakan keluhan apabila terdapat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Ketiga, terdapat persyaratan dosis yang wajib diperhatikan, berupa dosis 3 ug (0,5 ml) diberikan dalam 2 tahap dengan jarak waktu 1 bulan. Penyuntikan dilakukan pada intra maskular di otot deltoid lengan atas.

Keempat, vaksinasi bagi anak berumur 3-11 tahun masih menunggu berbagai kajian untuk mengetahui nilai kemanan dan dosis yang memadai.

Kelima, kegiatan vaksinasi dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan tetap mematuhi berbagai panduan imunisasi yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan, Ikatan Dokter Anak Indonesia dan organisasi profesi lain.

Keenam, imunisasi dapat dimulai apabila telah mempertimbangkan berbagai kesiapan tim kesehatan, sarana dan prasarana, serta masyarakat.

Ketujuh, kegiatan imunisasi dianjurkan kepada seluruh anggota keluarga.

Kedelapan, pencatatan vaksinasi dilakukan secara elektronik yang diintegrasikan dengan pencatatan vaksinasi orang tua.

Kesembilan, dilakukan pemantauan apabila terdapat kemungkinan KIPI.

Kesepuluh, memperhatikan adanya kontra-indikasi. Kontra-indikasi ialah kondisi di saat pasien tidak dapat melaksanakan kegiatan atau tindakan medis tertentu akibat dampak bahaya yang akan didapatkan pasien tersebut

Di dalam surat rekomendasi dari IDAI terdapat beberapa kontra-indikasi yang harus diperhatikan pada anak yang melakukan kegiatan vaksinasi, berupa: (a) defisiensi imun primer atau penyakit autoimun tidak terkontrol; (b) penyakit sindrom gullian, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis; (c) sedang melakukan perawatan kemoterapi atau radioterapi pada anak penderita kanker; (d) masih dalam tahap pengobatan imonosupresan atau sitostatika berat; (e) demam tinggi 37, 50C atau lebih; (f) sembuh dari Covid-19 dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan; (g) pasca-imunisasi lain kurang dalam waktu 1 bulan; (h) hamil; (i) tidak terkendalinya hipertensi; (j) tidak terkendalinya diabetes melitus, dan; (k) terdapat penyakit kronik atau kelainan kengenital yang tidak terkendali. (Cheny*)

*Mahasiswa magang di Suara ‘Aisyiyah

Tinggalkan Balasan