Gaya Hidup

Ikhtiar Hemat Energi Listrik untuk Skala Rumah Tangga

Energi Rumah Tangga

Oleh: Tito Yuwono*

Energi listrik merupakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt. kepada manusia. Dengan listrik, manusia bisa melakukan banyak hal lebih efisien. Teringat dulu semasa kecil, di kampung belum ada listrik. Kalau mau belajar menggunakan petromak dan lampu semprong yang bahan bakarnya minyak tanah. Di ujung petang mempersiapkan lampu-lampu untuk menghadapi gelapnya malam. Juga untuk mencuci baju dengan tangan secara manual kemudian disetrika menggunakan setrika arang. Untuk mendapatkan arang bisa beli di toko atau buat sendiri menggunakan kayu. Menonton tv menggunakan aki, yang seminggu sudah harus diisi ulang karena habis.

Dengan adanya listrik masuk kampung/pedesaan, semuanya menjadi lebih mudah. Bahasa kita “tinggal tancap”. Kenikmatan ini harus disyukuri dengan penuh kesyukuran dengan menggunakan energi listrik untuk kebaikan. Bukan sebaliknya untuk bermaksiat kepada Allah swt.

Walaupun energi listrik melimpah, namun kita harus bijak menggunakan energi listrik tersebut. Jangan sampai terjadi pemubadziran energi. Mubadzir sangat dicela agama dan termasuk kawannya setan. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran surat al-Isra ayat 27:

إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا

Artinya, Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Bijak menggunakan energi juga berdampak menurunkan pengeluaran keluarga, irit listrik irit duwit.

Baca Juga: Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan, Bisakah?

Di bawah ini merupakan tips-tips bijak dalam menggunakan energi listrik dalam skala rumah tangga:

Pertama, mempertimbangkan daya peralatan ketika akan membeli peralatan rumah tangga. Ketika kita hendak membeli barang elektronik biasanya sudah ada pertimbangan di benak kita. Di antara yang menjadi pertimbangan adalah spesifikasi termasuk di dalamnya kapasitas, merk, garansi, warna, maupun bentuk. Dalam rangka untuk penghematan energi, maka spek daya juga mestinya mulai menjadi pertimbangan. Apalagi jenis peralatan yang intensitas pemakaiannya tinggi.

Kedua, menggunakan daya yang sesuai baik untuk penerangan maupun untuk keperluan lain. Penggunaan peralatan perlu disesuaikan dengan keperluan. Tidak kurang dan tidak berlebihan. Contohnya untuk lampu penerangan ruangan. Jika kurang akan merusakkan mata, jika lebih juga merusakkan mata dan terjadi pemborosan energi.

Contoh lagi jika sekadar untuk membuat kue skala konsumsi keluarga –bukan untuk bisnis–, pilih mixer yang kapasitas kecil. Karena jika kapasistas besar akan mengkonsumsi daya yang besar juga.

Ketiga, lampu dimatikan ketika tidak digunakan. Untuk menghindari kemubadziran energi listrik, maka dibiasakan dihidupkan ketika digunakan/dimanfaatkan. Misalnya jika dalam ruangan tidak ada orang maka sebaiknya AC maupun lampu dimatikan. Contoh lagi dispenser, jika tidak memerlukan air panas ataupun dingin dari dispenser dalam durasi waktu tertentu maka sebaiknya dispenser dimatikan.

Keempat, ketika masak dengan kompor listrik, panci sebaiknya dilengkapi dengan penutupnya. Karena dengan menggunakan panci dengan penutupnya akan mempercepat proses masak dibandingkan dengan panci terbuka. Hal ini berdampak pada penghematan energi listrik yang digunakan.

Kelima, desain rumah mempertimbangkan pencahayaan alam. Ikhtiar lain untuk menghemat energi listrik skala rumah tangga adalah dengan mendesain rumah yang menggunakan cahaya alam/matahari bisa masuk ke ruang-ruang rumah ketika pagi sampai sore hari. Sehingga dari pagi sampai sore hari tidak menghidupkan lampu listrik untuk penerangan rumah karena sudah tercukupi dari sinar matahari.

Demikian tulisan berkaitan dengan ikhtiar hemat energi listrik di rumah tangga, semoga menginspirasi untuk bijak menggunakan energi listrik.

*Dosen Jurusan Teknik Elektro-Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM Ngaglik, Sleman, Ketua Joglo DakwahMu Almasykuri Yogyakarta

Related posts
Liputan

Beralih ke Teknologi Ramah Lingkungan, Bisakah?

Merujuk data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2021, Indonesia punya potensi energi terbarukan yang cukup besar. Potensi tersebut berasal…
Berita

Tim ECRC UMS Akan Ikuti Kompetisi Internasional Mobil Hemat Energi

Surakarta, Suara ‘Aisyiyah – Mobil listrik tim Electrical Car Research Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (ECRC UMS) bernama Ababil Evo III akan mengikuti…

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *