Indonesia dan Budaya Digital

Berita 1 Okt 2021 1 90x

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah –  Indonesia saat ini sudah memasuki dunia digital, dengan berbagai perubahan budaya yang ada dalam masyarakatnya. Perubahan budaya tersebut merupakan akibat dari berkembangnya media komunikasi dan informasi berbasis elektronik. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Erni Saharuddin dalam acara “Literasi Digital: Cerdas Berkemajuan Bagi Agen Perubahan” di akun YouTube @UNISA Yogyakarta pada Jumat (1/10).

Budaya digital, menurut Erni, merupakan konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membantuk cara berinteraksi antar individu maupun kelompok. Ciri masyarakat digital di antaranya: (a) hidup bersama dengan teknologi; (b) cenderung menuntut kebebasan yang lebih; (c) senang mengekspresikan diri; (d) hidup dalam kecepatan tinggi; (e) banyaknya sumber pelajaran, dan; (f) suka berbagi dan berjejaring.

Erni menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 73% penduduk Indonesia menggunakan teknologi internet dalam kehidupan sehari-hari. YouTube dan WhatsApp menjadi media yang paling digemari masyarakat Indonesia. Sedangkan media sosial yang paling diminati oleh penduduk Indonesia ialah Facebook. Hal tersebut, menurutnya, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah “melek” akan dunia digital.

Baca Juga: Perempuan dalam Kemajuan Teknologi

Selanjutnya, Erni memaparkan data mengenai rentang usia penduduk Indonesia yang menggunakan teknologi internet. Usia 19-34 tahun menjadi rentang usia terbanyak pengguna internet di Indonesia dengan persentase 48,52%. Erni berharap, penduduk dengan rentang usia tersebut dapat memanfaatkan teknologi internet dengan kegiatan positif dan bermanfaat.

Erni memaparkan berbagai alasan utama penggunaan internet di Indonesia, di antaranya adalah sebagai media sosial (51,5%), komunikasi lewat pesan (32,9%), game (5,2%), belanja online (2,9%), layanan informasi berita (1,4%) dan penggunaan internet lainnya (6,1%).

Media sosial memang menempati urutan pertama sebagai alasan utama penggunaan internet. Menurut Erni, hal itu karena selain memberikan hiburan, media sosial juga memberikan kemudahan dalam mengaskses informasi terbaru dan terkini yang terjadi di masyarakat.

Lebih lanjut, Erni juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai permasalahan akibat adanya kemajuan teknologi, seperti hoaks, ujaran kebencian, child gloaming, penjualan data, dan bullying. Permasalahan tersebut terjadi karena saat ini masyarakat tidak dapat menggunakan berbagai kemajuan teknologi dengan baik dan benar.

Dalam hal ini, Erni menjelaskan bahwa penerapan nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dapat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan tersebut. Penerapan nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dapat diajarkan oleh orang tua di rumah atau guru di sekolah, sehingga diharapkan muncul pemahaman sedini mungkin bagaimana menggunakan kemajuan teknologi secara baik dan benar.

Pada akhir penjelasannya, Erni menyampaikan, “penggunaan teknologi internet dapat dilakukan secara bebas, namun bukan tanpa batas. Kita hidup dalam dunia digital, maka kita harus menghargai dan menghormati hak digital orang lain,” jelas Erni. (cheny)

One thought on “Indonesia dan Budaya Digital”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *