Berita

Ini Dua Nasihat Penting Muhadjir Effendy dalam Penutupan Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Bandung, Suara ‘Aisyiyah — Kota Bandung, Jawa Barat, telah merekam seluruh rangkaian Muktamar XIV Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) dari Jumat-Ahad (2-4/12). Hasil keputusan muktamar itu telah mengesahkan kepemimpinan periode baru yang akan dinakhodai oleh Ariati Dina Puspitasari sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat NA 2022-2026 dan Rifa’atul Mahmudah sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat NA 2022-2026.

Untuk memungkasi seluruh rangkaian acara, terdapat acara penutupan yang diisi dengan sambutan dari Ketua Umum Terpilih dan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayyinah. Setelah itu, masih ada kegiatan lain yakni ceramah umum yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.

Tak terduga, Muhadjir mengawali tuturannya dengan mengatakan, “Saya malah lagu di persyarikatan itu yang apal duluan malah lagu NA.” Lantas, ia mengajak seluruh kader Nasyiah di ruangan itu untuk bersama-sama menyanyikan lagu mars ortom tersebut. Awalnya ia memulai lalu diikuti oleh tepuk tangan dan nyanyian hadirin semua. Ia kemudian bercerita untuk menjelaskan mengapa ia bisa seakrab itu dengan lagu tersebut. Rupanya, saudari-saudarinya merupakan aktivis Nasyiah. Selain itu, sekolah yang dibangun oleh ayahnya sering digunakan untuk rapat mereka.

Selain mengapresiasi 10 komitmen yang dimiliki NA, laki-laki yang menjadi salah satu Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyebutkan ada dua hal yang menjadi nasehatnya untuk ortom perempuan muda Muhammadiyah itu. Pertama, perlunya peningkatan pemberdayaan ekonomi bagi para perempuan muda. Kedua, ia menyebut, “Mestinya perlu merekrut kader kader baru, simpatisan simpatisan baru.” Agar anggota NA tidak hanya bergantung pada alumni dari ortom lain seperti IPM dan IMM.

“NA ini kan ortom Muhammadiyah yang memiliki potensi menjadi ortom yg melting pot,” imbuhnya. Kalau ortom lain mampu mendapatkan kader dari ruang-ruang amal usaha, NA menurut Muhadjir lebih strategis karena bisa mewadahi kader-kader dari luar lingkungan itu.

Lebih lanjut, ia memberikan rekomendasi agar semakin banyak perempuan muda yang berminat di kegiatan NA, maka perlu ada program-program kreatif yang mendorong pemberdayaan. “Yang harus diantisipasi NA juga adalah industri,” tuturnya. Ia mengingat kenangan NA di masa kecilnya, saat itu kader-kader NA mencoba secara kreatif mencari hal yang tren saat itu yakni tas plastik anyaman. Akhirnya kegiatan rapat diselingi aktivitas membuat kreasi tas-tas anyaman itu. “Satukan program-program NA itu dengan program-program pemberdayaan dan produktivitas,” pesannya. (Ahimsa W. Swadeshi)

Related posts
Berita

Salmah Orbayinah: Gerakan Nasyiatul Aisyiyah Harus Kontekstual dengan Zaman

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Jumat (13/1), PP Nasyiatul ‘Aisyiyah menggelar Ta’aruf dan Rapat Kerja Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ketua Umum PPNA, Ariati…
Berita

Resmi! Susunan PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022-2026

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – PP Nasyiatul ‘Aisyiyah mengenalkan susunan lengkap PPNA periode 2022-2026. Perkenalan itu dilakukan dalam forum Taaruf Pimpinan Nasyiatul ‘Aisyiyah…
Berita

Ariati Dina Puspitasari Sampaikan Arah Gerak Nasyiatul Aisyiyah Periode 2022-2026

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Senada dengan apa yang disampaikan Haedar Nashir, Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari menyempaikan bahwa Muhammadiyah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *