Inovasi: Kunci Gerakan ‘Aisyiyah

Liputan 27 Jun 2020 0 48x

Berinovasi seyogianya menjadi salah satu karakter penanda ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muslim berkemajuan.  Inovasi pula yang menjadikan gerakan ‘Aisyiyah mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Meski demikian, berinovasi membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas, seperti berbasis data dengan melakukan pemetaan terlebih dahulu dan menganalisis secara kritis, agar program dirancang serta dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak kalah penting adalah semangat belajar untuk memperbarui wawasan agar gerakan ‘Aisyiyah semakin aktual.

Inovasi Ketahanan Pangan

Melalui olahan Ikan Layur, ‘Aisyiyah Balikpapan meningkatkan ketahanan pangan sehingga tangkapan nelayan yang berlimpah memiliki nilai tambah ekonomi. Selain menjangkau konsumen persyarikatan, Abon Ikan Layur telah menjadi oleh-oleh khas Balikpapan dan masuk dalam galeri produk beberapa hotel ternama di Balikpapan.

Ekonomi Kelompok Divabel

Proses membatik yang dilakukan oleh komunitas difabel Ponorogo dampingan Majelis Kesejahteraan Sosial ‘Aisyiyah yang berlangsung sejak tahun 2018 hingga sekarang. Selain memproduksi batik yang telah terjual ke seluruh wilayah Indonesia, aktivitas ini membuahkan cerita lain bahwa komunitas difabel desa Krebet akhirnya memiliki sumber pendapatan selain berladang dan bertani.

Setiap anak memiliki kebutuhan agar dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Bukan saja kebutuhan fisik, namun juga kebutuhan sosial dan psikologis, serta lingkungan yang mendukung berkembangnya semua potensi yang dimilikinya. ‘Aisyiyah Ranting Keraton Yogyakarta mengimplementasikan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak melalui kegiatan yang menarik bagi anak seperti menonton film dan kreasi anak, yang ber-langsung secara berkala.

Pemberdayaan Kelompok Tani ‘Aisyiyah

Data uupaya pemetaan Cabang dan Ranting menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat di sekitar PCA dan PRA berprofesi sebagai petani perempuan. Pemberdayaan melalui Kelompok Tani ‘Aisyiyah merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup petani perempuan yang terpinggirkan. Melalui sekolah Tani, sebagai salah satu ciri khas pemberdayaan kelompok tani ‘Aisyiyah, PDA Magelang mengajak petani menjadi perempuan petani pembelajar agar makin berdaya.

Pemdampingan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Kompleksnya penanganan kasus kekerasan melalui mekanisme peradilan seringkali menjadi faktor penghambat perempuan untuk mendapatkan keadilan hukum. Sedangkan kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat. Majelis Hukum dan HAM ‘Aisyiyah Jawa Tengah terpanggil melakukan pendampingan hukum bagi perempuan korban di berbagai kabupaten. Hingga kini Posbakum ‘Aisyiyah di beberapa daerah telah melakukan MoU dengan pengadilan setempat serta lolos seleksi sebagai penyedia Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di beberapa daerah. (Dede/HNS)

Tulisan ini pernah di publikasikan pada Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 2, Februari 2020

 

Leave a Reply