Islam dan Nasionalisme

Wawasan 10 Feb 2021 2 93x
Islam dan Nasionalisme

Islam dan Nasionalisme

Oleh: Muhammad Chirzin

Tidak ada pertentangan antara Islam dan Nasionalisme. Dengan demikian tidak perlu ada pilihan antara Islam dan Nasionalisme.

***

Islam adalah bimbingan Allah swt. untuk segenap umat manusia, sejak Adam sebagai manusia pertama hingga manusia penghuni bumi terakhir. Allah menyampaikan bimbingan-Nya melalui nabi-nabi sebagai utusan kepada kaumnya dan menyempurnakan bimbingan-Nya pada risalah Nabi Muhammad saw. untuk semua manusia.

Dalil Al-Quran

Allah swt. berfirman,

Artinya, “Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, dan ia tinggal bersama mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun; kemudian banjir besar melanda mereka, sementara mereka tetap berlaku dzalim” (QS. al-Ankabut [29]: 14).

Artinya, “Ibrahim bukan orang Yahudi dan bukan orang Nasrani, tetapi dia orang yang beriman teguh dan tunduk pada kehendak Allah (yakni Islam) dan tidak termasuk golongan yang musyrik” (QS. ali-Imran [3]: 67).

Artinya, “Ya Tuhan, Engkau menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi dan peristiwa, –Engkau Maha Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Ambillah nyawaku sebagai orang yang berserah diri (sebagai Muslim) dan satukanlah aku dengan orang-orang yang saleh” (QS. Yusuf [12]: 101).

Artinya, “Kami utus engkau, Muhammad, semata-mata sebagai rahmat bagi alam semesta. Katakanlah, ‘Apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Tunggal. Bersiapkah kamu tunduk kepada kehendak-Nya dalam Islam?’” (QS. al-Anbiya’ [21]: 107-108).

Mengurai Makna Nasionalisme

Nasionalisme ialah paham, ajaran, aliran kebangsaan dalam konteks kenegaraan. Bangsa ialah kumpulan orang yang sama asal keturunannya, bahasa dan adat istiadatnya, sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri, misalnya bangsa Indonesia. Rasa nasionalisme yang dalam harus ditumbuhkan di dada setiap warga negara. Bangsa juga berarti kaum atau bani, seperti kaum Quraisy, bani Israil. Suku atau suku bangsa ialah bagian dari bangsa yang besar; bangsa Indonesia terdiri atas beratus suku bangsa, seperti Aceh, Batak, Padang, Jawa, Sunda, Madura, Dayak, Bugis.

Kosakata dalam khazanah Islam yang berdekatan dengan jiwa nasionalisme ialah ummah (umat), qaum (kaum), sya’b (bangsa), dan qabilah (suku), baldah (negeri), qaryah (desa, kampung). Umat ialah sekelompok yang dihimpun oleh sesuatu, baik persamaan agama, waktu, atau tempat, baik pengelompokan itu secara terpaksa maupun atas kehendak sendiri.

Di dalam al-Quran disebutkan bahwa manusia itu satu umat (QS. al-Baqarah [2]: 213); umat Nabi Muhammad saw. adalah satu umat (QS. al-Anbiya’ [21]: 92); Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa (QS. al-Hujurat [49]: 13); Allah menciptakan manusia berbeda-beda bahasa dan warna kulit (QS. ar-Rum [30]: 22).

Persatuan Umat

Islam menghendaki persatuan umat manusia dan persatuan umat Islam. Akan tetapi, Islam tidak menuntut penyatuan umat Islam sedunia di bawah satu pemimpin tertinggi, sebagaimana yang berlaku di kalangan umat Kristiani. Setiap muslim boleh menjadi bagian atau bergabung dalam kelompok-kelompok tertentu, baik dalam lingkup masyarakat, suku, maupun bangsa manapun.

Perhimpunan dan persatuan umat Islam bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang terbaik di muka bumi; merealisasikan cita-cita dan idealita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur –sebuah negeri yang makmur dan bahagia dalam lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun—(QS. Saba’ [34]: 15). Aktualisasinya antara lain dengan menggalang kerjasama, tolong menolong dalam kebaikan dan takwa (QS. al-Maidah [5]: 2), menyuruh berbuat baik dan mencegah perbuatan munkar (QS. ali-Imran [3]: 104, 110; QS. al-A’raf [7]: 96).

Tidak ada pertentangan antara Islam dan Nasionalisme. Dengan demikian tidak perlu ada pilihan antara Islam dan Nasionalisme; melainkan keduanya berjalan dalam satu tarikan nafas dan satu ayunan langkah sekaligus. Wallahu a’lam.

Sumber: Majalah Suara ‘Aisyiyah Edisi 05 Tahun 2012

2 thoughts on “Islam dan Nasionalisme”

Tinggalkan Balasan