Siti Ruhaini Dzuhayatin: Israel Melakukan Genosida dan Ekosida terhadap Palestina

Berita 29 Mei 2021 0 81x
Siti Ruhaini Dzuhayatin

Siti Ruhaini Dzuhayatin

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Senada dengan pernyataan Hajriyanto Y. Thohari, Siti Ruhaini Dzuhayatin menyampaikan bahwa apa yang terjadi antara Palestina dan Israel bukanlah konflik, tapi kolonialisasi atau penjajahan. “Penjajahan atas Palestina itu nyata betul,” ujarnya dalam diskusi bertajuk “Masa Depan Palestina: Jalan Panjang Perdamaian, Hak Perempuan & Anak dan Keberpihakan Media” yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah (LPPA) PP ‘Aisyiyah pada Sabtu (29/5).

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida dan ekosida secara sistematik terhadap Palestina. Tidak hanya melakukan pemusnahan manusia, Israel juga memusnahkan lingkungan hidup Palestina.

Baca Juga

PP ‘Aisyiyah: Kemerdekaan Palestina Harus Terus Diperjuangkan

Warga Palestina dikurung dalam sebuah penjara hidup, direnggut hak asasi kemanusiaannya, dimusnahkan vertilitas tanahnya, dan dibatasi aksesnya atas berbagai hal. Dengan tegas Ruhaini menyatakan, “tidak ada hak asasi yang tidak dilanggar oleh Israel”.

Di tengah penjajahan tersebut, di antara pihak yang terkena dampak secara langsung adalah perempuan dan anak. Menurut Ruhaini, perempuan Palestina mengalami beragam persoalan, mulai dari fisik, ekonomi, dan seksual. Sementara anak-anak Palestina dipaksa besar seraya menyaksikan perilaku nirkemanusiaan di hadapan mereka, sebagian yang lain bahkan meninggal sebelum besar.

Dengan kondisi itu, maka dukungan Indonesia dan dunia internasional kepada Palestina menjadi sangat penting. Dukungan tersebut, menurutnya, harus didasarkan pada mandat konstitusi Indonesia dan/atau nilai kemanusiaan. Mandat konstitusi Indonesia menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa, sedangkan apa yang dilakukan Israel atas Palestina jelas mencerabut nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga

Hajriyanto Y. Thohari: Amerika adalah Penulis Skenario Penjajahan Israel Atas Palestina

Oleh karenanya, Ruhaini meminta umat Islam –di Indonesia khususnya—untuk tidak menggeser isu Palestina dari isu kemerdekaan ke isu agama (Islam), karena akan menimbulkan hilangnya dukungan masyarakat sipil dunia yang berbeda agama. Solidaritas berbasis eksklusifitas agama, menurutnya, malah akan meng-erosi solidaritas di dan untuk Palestina. (sb)

Tinggalkan Balasan