Kesehatan

Jahe dan Segudang Manfaatnya

Manfaat Jahe
Manfaat Jahe

Manfaat Jahe (foto: pixabay)

Jahe merupakan salah satu rempah dalam pengobatan tradisional dan bumbu masakan nusantara. Memiliki nama latin Zingiber Officinale. Jahe memiliki cita rasa yang sedikit pedas, sehingga cocok untuk dijadikan olahan minuman. Dilihat dari jenisnya, jahe terbagi menjadi dua, yaitu jahe kuning dan jahe merah. Jahe kuning biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, sedangkan yang sekarang ini lagi marak dikembangkan masyarakat Indonesia adalah jahe merah. Rasanya yang lebih pedas dari jahe kuning ini biasa ditemui pada olahan jamu, farmasi, dan minuman.

***

Jahe memiliki sifat panas, sehingga cocok sekali diolah ketika musim dingin dan pancaroba. Mengutip pernyataan dr. Zaidul Akbar, jahe bisa digunakan untuk flu karena punya peran sebagai imunomodulator atau meningkatkan sistem imun. Untuk hasil maksimal, jahe bisa diolah dengan cara direbus dan ditumbuk, kemudian airnya diminum untuk pengobatan flu.

Cara yang kedua bisa dengan memanggang jahe lalu ditambah dengan satu bagian kayu manis, dua batang serai lalu ditumbuk hingga menjadi pasta. Satu sendok pasta bisa diseduh dengan satu cangkir air panas. Resep ini ampuh dalam mengatasi batuk dan pilek.

Tidak hanya itu, pasta jahe juga ternyata dapat menjadi obat sakit kepala. Caranya adalah dengan menempelkan pasta jahe di area dahi, manfaatnya adalah menghangatkan area tersebut. Masih banyak lagi manfaat jahe segar lainnya.

Manfaat Jahe

Menyadur dari halodoc.com menurut studi dalam jurnal US National Library of Medicine National Institute of Helath, jahe memiliki khasiat untuk mengobati sejumlah penyakit radang sendi dan rematik.

Beberapa manfaat yang dapat ditemui dalam jahe di antaranya: Pertama, anti penuaan dan kanker. Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti oksidatif yang dapat mengendalikan proses penuaan. Konon jahe juga dapat mencegah berbagai penyakit kanker.

Baca Juga: Habbatussauda: Si Hitam dengan Sejuta Manfaat

Kedua, meredakan nyeri haid. Bagi sebagian perempuan, nyeri haid cukup mengganggu aktivitas dan produktivitas. Jahe dapat meredakan nyeri haid dengan cara mengonsumsi air jahe setidaknya empat gelas. Minum cairan tersebut selama dua hari pada masa awal menstruasi.

Ketiga, menurunkan gula darah sampai kolestrol. Rutin mengonsumsi jahe bisa menurunkan gula darah secara signifikan. Keempat, memperkuat sistem imun. Kelima, menangkal infeksi bakteri dan virus.

Keenam, meredakan sakit otot dan morning sickness. Bagi ibu hamil di trisemester awal, morning sickness cukup menganggu. Ekstrak akar jahe dapat mengatasi mual, muntah, sembelit, perut kembung, dan bersendawa. Ketujuh, mengatasi masalah pencernaan.

Minuman Olahan Jahe Segar

Dewasa ini banyak sekali produk-produk olahan jahe yang dapat ditemui di pasaran. Salah satunya adalah minuman olahan jahe. Sebut saja wedang jahe, minuman tradisional ini merupakan minuman yang paling banyak ditemukan ketika berkunjung ke daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Baca Juga: 10 Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Cara membuatnya juga cukup mudah. Dilansir dari briliofood.net, caranya yaitu dengan menyiapakan dua rimpang jahe geprek, satu batang serai yang dimemarkan, gula aren secukupnya, setengah sendok teh bubuk kayu manis, madu secukupnya dan satu liter air. Setelah bahan-bahan tersedia, langkah selanjutnya adalah cara memasak, cukup panaskan satu liter air ke dalam wadah tunggu sampai mendidih, kemudian masukkan semua bahan-bahan yang sudah disediakan tadi. Aduk sebentar, lalu angkat, dan wedang jahe siap untuk dinikmati.

Produk Olahan Jahe

Menilik dari segudang manfaat jahe membuat orang-orang berkreasi tentang olahan jahe. Di antaranya sirup jahe, permen jahe bolu jahe, dan masih banyak lagi. Bahkan sekarang untuk mengonsumsi wedang jahe tidak perlu lagi repot-repot untuk ke dapur menggeprek jahe. Caranya cukup beli produk wedang jahe instan, dan seduh dengan air panas. Akan tetapi sekali lagi, manfaat jahe segar lebih bagus daripada olahan jahe instan seperti yang dijumpai di pasaran.

Oleh: Sri Maharani Harahap (mahasiswa magang Suara ‘Aisyiyah)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *