Jangan Asal Berolahraga Jika Tidak Ingin Cedera

Berita 9 Sep 2021 0 47x
olahraga

olahraga

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah  Sabtu (4/9), akun instagram @sehatq_id mengadakan siaran langsung dengan mengusung tema “Mengenal dan Mengobati Cedera pada Saat Bersepeda”. Kegiatan ini menghadirkan Marianne Rumantir (seorang pengusaha muda) dan Taufan Favian Reyhan (Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di RS Premier Bintaro) sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Taufan menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak ada waktu “terbaik” untuk berolahraga. “Sebenarnya tidak ada waktu yang paling bagus untuk seseorang berolahraga. Yang paling bagus adalah dengan menyisihkan waktu untuk berolahraga,” ujarnya.

Bagi seorang pemula, jelasnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak memulai aktivitas olahraga. Misalnya, ia harus mengetahui kemampuan dan kesehatan tubuh yang dimiliki, lebih-lebih di kondisi pandemi seperti saat ini. Taufan menjelaskan bahwa berat badan berlebih (kegemukan) juga bisa menjadi salah satu faktor penghambat seseorang untuk berolahraga.

Ketika seseorang ingin memulai berolahraga, ia mesti mempelajari beberapa hal terkait olahraga tersebut. Sebagai contoh, Taufan tidak menyarankan seseorang untuk melakukan olahraga bersepeda hanya atas dasar ikut-ikutan. Setiap orang, menurutnya, mempunyai kemampuan dan kondisi tubuh yang berbeda-beda. Orang yang sudah terbiasa bersepeda tentu berbeda kondisi tubuhnya dengan yang baru memulai olahraga.

Baca Juga: Waktu yang Tepat untuk Kegiatan Olahraga

Salah satu hal yang perlu dipelajari oleh seseorang yang hendak berolahraga adalah pengetahuan tentang perbedaan antara cedera dan kelelahan. Menurut Taufan, cedera biasa muncul ketika aktivitas olahraga sedang berlangsung. Sementara kelelahan muncul setelah aktivitas olahraga usai. Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami cedera perlu mendapatkan penanganan khusus, sedangkan seseorang yang mengalami kelelahan hanya membutuhkan recovery yang bagus, seperti pijat, tidur yang cukup, dan memakan makanan yang sehat.

Agar tubuh tidak kaget, Taufan menambahkan, pemanasan sebelum berolahraga perlu dilakukan. Pemanasan juga berguna untuk mempersiapkan tubuh, seperti jantung, paru-paru, dan organ lainnya agar sesuai dengan intensitas olahraga yang akan dilakukan.

Bagaimana jika terjadi cedera? Apa yang harus dilakukan? Dalam hal ini Taufan menjelaskan, “pastikan dulu itu cedera atau bukan. Kalau itu memang cedera, umumnya 90% adalah dikompres es. Berikan yang dingin —icing kita menyebutnya. Beri saja es batu, taruh dalam plastik, tempel ke sisi yang cedera, pastikan tidak ada luka terbuka di sana, kompres kurang lebih 10 menit, istirahatkan”.

Sementara jika terjadi cedera berat, Taufan menyarankan agar segera pergi ke Rumah Sakit; konsultasikan kepada ahlinya. Jika memang perlu, lanjutnya, lakukan operasi. Menurut taufan, waktu yang dibutuhkan tubuh untuk recovery setelah terjadi cedera adalah 1-2 hari, atau bahkan bisa sampai 6 bulan, tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan. (fathia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *